Mengisi Liburan dengan Berburu Batu Akik

batu akikMakassar RBC. Tren liburan warga kota Makassar saat ini sepertinya sedikit mengalami perubahan. Kalau dulu, jika liburan banyak warga yang menghabiskan waktunya di tempat rekreaksi kini hal itu mulai berubah. Coba tengok saja, diseputaran Jl Hertasning Baru Makassar  atau lokasi penjualan batu akik lainnya, pasti Anda akan menemui kerumunan orang yang sedang berburu batu akik.

Lahan bisnis yang cukup menarik ini pun disikapi beragam oleh para pedagang batu akik
yang jumlah kini semakin banyak. Mereka tahu tren batu akik saat ini memberi keuntungan
yang tidak sedikit. ” Hasilnya luar biasa pak. Saya dalam sehari bisa untung sekitar
Rp 1- 2 juta, itu bersih,” ungkap Rusdi, salah seorang pedagang batu akik di seputaran
Hertasning Baru, Jumat, 3 April 2015.

Seiring perjalanan waktu, pedagang batu akik pun melakukan upaya terbaik untuk bisa
bersaing dengan pedagang batu akik lainnya. Hal itu dilakukan karena ternyata, pemain
baru di bisnis ini semakin bertambah sehingga persaingan semakin kompetitif.
Tidak sedikit pedagang batu akik ini melengkapi usahanya dengan menggandeng pedagang
cicin dari luar, demikian sebaliknya. Bahkan sekarang pedagang cicin grosiran ikut
memanfaatkan ceruk bisnis yang cukup menggiurkan ini.

Pedagang batu akik di Kota Makassar, ternyata tidak melulu berjualan di bahu jalan di
kawasan strategis kota ini. Sekarang sejumlah pedagang batu akik juga mulai merambah
sejumlah mall ternama di kota ini.

Seperti yang terlihat di Lantai II Mall GTC Makassar. Di tempat ini sejumlah pedagang
batu akik memamerkan segala jenis batu akik khas dari berbagai daerah. Berbagai jenis
batu disimpan dalam etalase yang menarik dan rapi, sehingga elok dipandang. Harganya
pun beragam, dari harga seratusan hingga jutaan rupiah, tergantung keunikan dan
kelangkaannya.

Latif (67 tahun) warga Komp Yayasan Gubernur Blok K8/38, penggemar Batu Sisik
Naga dan sekaligus pedagang spesialis Batu Sisik Naga ini mengaku mulai mengenal batu
akik sejak 2011 silam dan mulai berdagang pada Tahun 2014.

Spesialis batu sisik naga ini menilai masing-masing batu memiliki keunikan tersendiri.
Khusus batu sisik naga khas Kabupaten Enrekang memiliki pesona tersendiri. Selain unik
jenisnya pun beragam, ada jenis batu sisik naga putih, merah, oranye dan dan kuning.

“Saya yang pertama kali menemukan jenis sisik naga putih dan sisik naga emas. Kalau
tidak salah tanggal 7 September 2014 lalu di Kabupaten Enrekang, ” ungkapnya, batu
khas Enrekang tersebut sudah diikutkan pada sejumlah kontes, dan yang paling sering
diikutkan adalah jenis Sisik Naga Mas, tambahnya.

Diakui Latif harga jual batu sisik naga beragam, mulai Rp 500 ribu hingga puluhan juta. Dan
yang paling dicari oleh pecinta batu akik adalah jenis bati sisik naga yang teksturnya mirip
sisik naga. ” Para memburu batu sisik naga selalu mencari yang unik dan khas, makin
langka barangnta, tentu harga juga mahal, ” sebutnya.(arif/yd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *