Mislia Dosen UPRI Makassar Raih Doktor di UNM

Dr. Mislia
Dr. Mislia

Makassar (rakyatbersatu.com)- Mislia, salah seorang dosen Kopertis Wilayah IX Sulawesi yang dipekerjakan di  Universitas  Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar berhasil meraih gelar doktor ilmu pendidikan pada PPs-UNM , Jumat , 15 Januari  2016. Dia dinyatakan lulus denga nilai IPK 3,86.

        Magister pendidikan ini berhasil mempertahankan disertasi berjudul, Implementasi Pendidikan Karakter pada Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka di SMPN Maros,  rapat senat tebuka luar biasa dipimpin Direktur PPs-UNM, Prof.Dr.Jasruddin, M.Si.

        Penulisan disertasi dibimbing Promotor Prof.Dr.H.Alimuddin Mahmud, M.Pd dan Kopromotor, Prof.Dr.Darman Manda, M.Hum. Para penguji, Dr.Abd Kahar, M.Pd, Prof.Dr.H.Hamsu Gani, M.Pd, Prof.Dr.H.Syamsul Bachri Thalib, M.Si. Dr.Abdullah Sinring, M.Pd.

        Turut hadir dalam promosi itu, Rektor UPRI Dr.Hj.Andi Niniek F. Lantara, MS, Rektor Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) Polman, Dra.Hj.Chuduriah Sahabuddin, M.Si, Ketua STKIP  Pembagunan Indonesia, Dr.Muh Yunus, M.Pd, Ketua STIKES Nani Hasanuddin, Dr.Haskas, MM, mantan Wakil Rektor I Universitas Islam Makassar, Dr.Musdalifah Mahmud, M.Si, Dekan FKM UPRI, Dr.Arlin Adam, M.Kes, dosen UPRI lainnya di antaranya; Dr.Abd Azis DP, SH, Dr.Sudirman Muhammadiyah, M.Si; Drs.Abd Wahab, M.Si, MH, Dr.Ansar, M.Si.  

       Simpulan dari disertasinya dikatakan, pendidikan ekstrakurikuler kepramukaan di sekolah dinilai sangat penting  untuk mencegah penyimpangan-penyimpangan karakter yang dilakukan oleh siswa-siswa selama ini.

        Pendidikan ekstra kokurikuler kepramukaan dilaksanakan di sekolah mengajarkan kepada siswamenumbuhkan rasa memiliki, saling tolong menolong, muncul rasa kasih sayang, mencintai tanah air, disiplin tinggi dan mencintai alam,tegas wanita kelahiran Ujungpandang 8 September 1963 ini.  

        Implementasi pendidikan karakter pada kegiatan ekstrakurikuler pramuka khususnya di SMPN 1 Maros, belum berjalan optimal, karena belum didukung oleh sarana prasaranasecara maksimal. Selain sarana dan prasarana, juga rasio pembina dengan  peserta didik tidak seimbang, serta pembiayaan yang masih kurang, kata alumni IKIP Ujundpandang 1985 ini.

        Kegiatan kepramukaan seperti  keterampila tali- temali, P3K, membuat dan membaca sandi, berkemah, baris berbaris, navigasi dan pemetaan mampu membentuk karakter peserta didik dalam hal ketelitian, kesabaran, kerjasama, tanggung jawab, peduli sosial, keberanian, percaya diri, ketekunan, kreatif, religius, cintah tanah air,  peduli lingkungan, kemandirian,  kedisiplinan, rasa ingin tahu  dan kerja keras, ungkap Ketua Dharma Wanita Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng 1996-2006 in.

       Mislia menyarankan, perlunya dukungan  sarana prasarana,  pembina pramuka dan pembiayaan dalam menduung terlaksananya kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan di sekolah. Juga menyarankan adanya sinergitas dinas pendidikan  dan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka  dalam implementasi pendidikan karakter pada kegiatan ekstrakurikuler pramuka di sekolah. (yaya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *