Motivasi Menyehatkan Olivia Jensen

Olivia Jensen ==TAK seperti biasanya, aktris serba-bisa Olivia Jensen (21 th), kurang percaya diri  bahkan sempat deg-degan ketika didapuk sutradara merangkap produser Delon Tio menjadi pemeran utama wanita film “Mari Lari”. Pemucunya,  dalam film yang diputar di bioskop tanah air mulai 12 Juni 2014 mendatang itu,  untuk kali pertama dara cantik kelahiran Denmark, 11 April 1993 ini main film bergenre olahraga.

“Faktor utama yang membuat saya sempat kurang percaya diri lantaran dalam film produksi Nation Pictures tersebut, saya tak sekedar  piawai berlari.  Tapi, lewat serangkaian adegan dalam film Mari Lari saya harus mampu memberi motivasi menyehatkan kepada Dimas Aditya – pemeran tokoh Rio maupun masyarakat luas,” papar Olivia Jensen Lubis kepada RB,Com  usai preview film Mari Lari  di Epcintrum XXI  Kuningan Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Kendati begitu, lanjut putri pasangan Benny Jensen (Denmark) dan Viverina Lubis yang sebelumnya sukses membintangi 9 film layar lebar sudah tayang ini, berkat ketekunan mempelajari synopsis dan arahan dari sutradara plus lebih giat berlatih lari, semua kendala tehnis maupun non-tehnis dapat diatasinya. “Berkat menghayati betul peran Annisa dan chemistry maksimal dengan tokoh utama pria –Rio, saya kembali penuh percaya diri berakting di depan kamera. Bahkan, saya dan Dimas Aditya bisa menularkan virus positif pada seluruh pendukung film mulai dari sutradara, produser, penulis naskah, pemain film, soundtrack hingga tambah giat menyalurkan hobi  mereka berlari,” jelas Olivia  yang pertama merambah layar lebar lewat film Bukan Cinta Biasa (2009) dan terakhir membintangi film Slank Tak Ada Matinya”(2013) itu.

 Pendukung Film Mari Lari

Pendukung Film Mari Lari

Film “Mari Berlari” yang juga dibinangi  Donny Damara, Ira Wibowo, Ibnu Jamil, Amanda Zevannya, Verdy Solaiman, Dimas Argobie dan  Edwin, berkisah tentang pemuda Rio yang tak pernah menyelesaikan apa pun dalam hidupnya. Namun, lewat ajang lari marathon 42 km di pegunungan Bromo – Rio mendapatkan  kesempatan emas untuk membuktikan dirinya mampu masuk finish dalam event bergengsi tersebut. “Film ini menyuguhkan kisah menarik dan sangat identik dengan cerita di bidang olahraga – from zero to hero,” komentar Yan Wijaya, pemerhati industri film nasional maupun asing itu. * (naskah dan foto – ata)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *