Muktamar Muhammadiyah Ke-47, 2015 : Harga Diri dan Kehormatan Masyarakat Islam Sulsel

Syaiful Saleh (ist)
Syaiful Saleh (ist)

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Sulsel, Dr  HM. Alwi Uddin, M.Ag,  bersama Ketua Umum Panitia Pelaksana Muktamar Muhammadiyah Ke-47  Makassar, Ir HM Syaiful Saleh, MSi,  melakukan road show ke 24 kabupaten di Sulsel. Road show ini dilaksanakan sejak 19 Januari  hingga 3 Februari 2014. Dalam rombongan ini diikuti Sekretaris PWM Sulsel, Drs  H. Mawardi Pewangi, M.Pd.I,  Ir H Darwi Lantik,  Drs Syamsuriadi, MA, Ir Nasrullah,  Umar Sidik, Ahmad Ahwan, Nadil (anak almarhum H Yunus Kadir), Dra Misbahu Abdullah, Dra  Hj Nurlinda Azis, M.Ps.I, serta Selviani. Turut serta dalam rombongan calon anggota DPD RI, Iqbal Parewangi.

Alwi Uddin, dalam  setiap pertemuan yang dihadiri pimpinan PDM dan AUM, mengungkapkan jika  pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah ke 47, tahun 2015 di Makassar,  adalah sebuah harga diri dan kehormatan  yang sangat luar biasa. Tidak saja bagi warga Muhamaadiyah tetapi  masyarakat  Islam Sulsel. Oleh karena itu amanah besar ini harus dilaksanakan sebaikn mungkin.
“Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr Din Syamsuddin,  menganggap Muktamar ke-47 di Makassar adalah sebuah takdir. Dikatakan demikian, karena  Sulsel sebelumnya bukan  prioritas, tapi Kalimantan dan Sumatera Selatan  yang menjadi target muktamar ke-47 ini, ” ungkap Alwi Uddin.

Pimpinan Muhammadiyah Sulsel sangat optimis Muktamar Muhammadiyah ke-47 yang dilaksanakan di Makassar dapat terlaksana dengan baik. Dukungan dari seluruh warga Muhammadiyah khususnya di Sulsel sangat besar, terlihat dari setiap kunjungan ke daerah respon para pimpinan maupun kader Muhammadiyah di daerah sangat luar biasa. Bahkan HM Jusuf Kalla mantan wakil presiden RI dan Aksa Mahmud anggota DPD RI dari Sulsel sangat mendukung suksesnya acara Muktamar Muhammadiyah di Makassar 2015 nanti. Jusuf Kalla maupun Aksa menganggap ini harga diri masyarakat Sulsel.

Dalam setiap pertemuan di daerah, selalu diisi pengajian, yang dibawakan oleh Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, Drs H. Mawardi Pewangi.  Mawardi yang juga Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar, menerangkan tentang kemukjizatan sedekah/infag bagi umat Islam. Dalam beberapa hadist Rasulullah SAW banyak menjelaskan tentang keajaiban sedekah itu.

Dikatakan Mawardi bahw Rasulullah SaW bersabda, sesungguhnya sedekah itu dapat menolak 70 pintu bencana dan dapat menjadi benteng buat diri kita. Bahkan dalam sabda Rasulullah  yang lain mengatakan, tidaklah akan berkurang harta yang disedekahkan, bahkan akan bertambah, akan bertambah, dan akan bertambah.”Tiga kali Rasulullah mengatakan harta yang disedekahkan itu akan bertambah, bertambah dan bertambah,”jelas Mawardi seraya menambahkan Infag itu jangan dijadikan beban jika itu niatnya semata karena ibadah.

Estimasi Sampai Rp20 M
Sementara itu, Ketua Umum Panitia Pelaksana Muktamar Muhammadiyah ke-47 Makassar, 2015, Ir HM Syaiful Saleh, M.Si, mengatakan, biaya operasional pelaksanaan Muktamar ke-47,  2015 tahun depan diprakirakan mencapai Rp20M. Dana ini belum termasuk dana pembangunan gedung pelaksanaan acara  Muktamar yang  mencapai dua kalilipat dari jumlah biaya operasional.  Sekarang ini bangunan berlantai empat ini sudah hampir rampung pembangunannya,”tuturnya.

Wakil Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Suksek ini, merinci sumber-sumber yang diharapkan dapat mennutupi biaya operasional ini adalah dari infag seluruh pengurus Muhammadiyah  – Aisyiyah mulai dari wilayah hingga sampai ketingkat ranting serta seluruh amal usaha Muhammadiyah – Aisyiyah yang tersebar di Sulsel, dengan kalkulasi; untuk anak-anak setingkat TK,SD ABA, SD dan MI dikenakan infag sebesar Rp1000 per bulan, SMP dan MTs(Rp.2000 per bulan),  SMA,SMK dan MA (Rp2.500 per bulan), Mahasiswa (Rp5000 per bulan), Guru (Rp10.000 per bulan), dosen persyarikatan dan DPK (Rp25.000 per bulan), pimpinan AUM (Rp50.000), mahasiswa baru (Rp50.000) dikenakan saat mendaftar, Wisudawan diploma dan S1(Rp150.000), wisudawan S2 (Rp250.000),dosen luar biasa (2,5 persen dari honor per semester), karyawan AUM (Rp5.000 per bulan), dan pimpinan persyarikatan (Rp50.000 per bulan).Infag ini mulai berlaku, Maret 2013 hingga Maret 2015.
Infaf ini, kata Syaiful belum  termasuk kader yang duduk dipemerintahan maupun yang berkarier dibidang usaha. Makanya golongan ini tidak terbatas infagnya bisa lebih banyak lagi. “Kita berharap, infag ini berjalan maksimal sehingga untuk kebutuhan dana operasional Muktamar tidak ada lagi masalah,”harap Syaiful seraya menambahkan dana infar ini bisa disetor langsung kepada rekening bank yang sudah ditetapkan panitia. (ulla-ym/rbc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *