Mus Mujiono Bumbungkan Pamor JakJazz

Mus Mujiono
Mus Mujiono

KENDATI jumlah penonton  puncak rangkaian JakJazz  2014 di Plaza Selatan Monas  – Jakarta Pusat, Minggu malam  (7/12)  silam jauh dari  harapan,  Mus Mujiono (54 th 8 bln), tetap tampil penuh semangat dan enerjik. Sepertinya, penyanyi, pemusik dan produser Jazz kelahiran Surabaya,15 Maret 1960 ini, seperti mengemban misi tersendiri di panggung festival Jazz tertua di Indonesia yang pertama digelar Ireng Maulana di Ancol tahun 1988 silam.

“Selain sebagai penampil di empat panggung  berbeda selama 14 hari penyelengaraan JakJazz 2014, saya pun terlibat sebagai panpel dibawah naungan Indonesia Jazz Society pimpinan Richard Buntario. Karenanya, sejalan dengan misi  membumbungkan kembali pamor JakJazz sebagai pelopor festival jazz dan kebanggaan warga ibukota, saya wajib tampil enerjik dan habis-habisan walau jumlah penonton minim lantaran arena pertunjukkan sempat diguyur hujan,”  papar Mus Mujiono kepada RB.Com  di Silang Monas Jakarta, Minggu malam lalu.

Menurut musisi serba-bisa berjuluk “George Benson Indonesia” ini, dirinya pun terpacu tampil enerjik dan penuh improvisasi lantaran nomor-momor hits miliknya yang diusungnya seperti Tanda-Tanda dan Mesra musiknya diaransmen ulang lebih kental unsur jazz-nya. “Lebih dari itu, di panggung JakJazz berkonsep City Festival yang digelar marathon di Mal, Kampus, Café, Lounge hingga ruang terbuka publik, banyak musisi Jazz generasi baru yang tampil. Jadi, saya memberi contoh – sikap profesionalitas perlu terus dijunjung tinggi walau jumlah penonton minim dan tak sesuai harapan,” tandas Mus Mujiono yang bahu-membahu menyemarakkan panggung JakJazz bersama Ireng Maulana. Ivan Nestorman, IYR, J & D, JabalRootz, JD Experiment, Job N’Duties,  Rocker Kasarunk, Stage on Band, Stevan Arianto, Stub a Dub, Suave, hingga T-Five,

Seperti diketahui, minat penonton JakJazz beberapa tahun belakangan menurun drastis antara lain disebabkan kurang profesionalnya pihak Event Organizer. Menyadari hal itu, Ireng Maulana selaku Founder JakJazz bergerak cepat dengan mempercayakan Richard Buntaro dari Indonesia Jazz Society (IJS) – sebagi EO baru hingga 2016 mendatang. “JakJazz tahun yang digelar bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, merupakan pilot project bagi IJS untuk  menggelar event yang lebih besar tahun depan dan berikutnya.  Saya optimis lewat festival jazz internasional bertema Get Ready World Fest yang didukung sedikitnya  20 Kedutaan Negara Sahabat, pamor JakJazz 2015 bakal kembali membumbung tinggi,”  ujar dedengkot Jazz Ireng Maulaua yang pada gelaran JakJazz perdana tahun 1988 berhasil memanggungkan 150 musisi Jazz  dari 13 negara. Diantaranya musisi kondang Lee Ritenour, Kazumi Watanabe, Monty Alexander dan kwartet Saxofon – Itchy Finger. * (naskah dan foto – ata)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *