Museum Nasional Dapat Hibah Seratus Patung Asmat

 Wamendikbud Wiendu Nuryanti (tengah) memberi keterangan kepada wartawan.

Wamendikbud Wiendu Nuryanti (tengah) memberi keterangan kepada wartawan.

MENANDAI puncak peringatan Hari Jadi ke-236 Museum Nasional Indonesia (MNI) dan Hari Museum Internasional tahun 2014, Yayasan Gedung Arsip Nasional RI, Sabtu malam (24/5) menghibahkan seratus Patung Asmat, 50  Piring Kuno plus tujuh benda Cagar Budaya guna  menambah koleksi Museum yang terletak di Jl. Medan  Merdeka Barat No.12  Jakarta Pusat itu.

“Seratus Patung Asmat tersebut merupakan sumbangan dari  koleksi Ani Sekarninsih dan 50 Piring Kuno dari Ir. Soedarsono Soekardi. Sedangkan tujuh benda Cagar Budaya senilai Rp. 500 juta kami beli dari berbagai pelelangan,” ujuar Tamalia Alisjahbana, Ketua Yayasan Gedung Arsip Nasional RI  kepada RB.Com di Museum Nasional Jakarta, akhir pekan lalu

Tamalia yang  bersama Intan Mardiana – Direktur Museum Nasional  dan Haliada Hatta dari Yayasan Gedung Arsip Nasional  mendampingi Wamen Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Ir. Wiendu Nuryanti, M.Arch, Ph.D  menambahkan, yayasan yang dipimpinnya juga menghibahkan 93 koleksi  kepada Museum Tekstil.  Berupa Batik, Kain Tapis, Ikat, Songket Sumatera, Kain Ikat Kalimantan, serta Kain Ikat Timor Barat dan Timor Leste.

“Kami berharap koleksi-koleksi yang dihibahkankan yayasan kami ini mampu diinventarisir dangan baik. Hingga kelak ada deskripsi lengkap secara fisik dengan foto lengkap dengan informasi benda koleksi dimaksud dibuat dari apa, oleh siapa, sekitar tahun berapa dengan gaya apa dan dipakai untuk apa. Juga harus disebut diperoleh dari siapa pada tanggal berapa dan letaknya di mana, di museum atau lembaga lain,” harap Tamalia.

Wamendikbud Wiendu  Nuryanti menambahkan penyerahan hibah koleksi gedung Arsip Nasional kepada  Museum Nasional dan Museum Tekstil ini merupakan bentuk kemitraan pemerintah dan swasta.  “Kemitraan ini sangat penting. Tentunya tidak ingin museum hanya dikelola pemerintah saja yang dari segi anggaran serba terbatas dan pertanggungjawabannya sangat tida mudah,” tandas Wiendu.

Festival  hari jadi MNI ke-236 dan Hari Museum Internasional  yang dibuka Dirjen Kemendikbud Prof. Kacung Marijan Ph.D  pada 17 Mei dan berlangsung hingga 24 Mei 2014 lalu, disemarakkan pameran bertema  Potret Museum Nasional Dulu, Kini, dan Akan Datang;  pertunjukan kesenian dan penayangan film; demo; workshop; dan seminar Kekunaan Singhasari. Puncak gebyar festival dimeriahkan pula  penayangan video mapping Singhasari. * (naskah dan foto : ata)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *