Muslimin Bando Berguru ke Bantaeng

Muslim Bando (ist)
Muslim Bando (ist)

Bantaeng,(RakyatBersatu). Bermaksud lebih memajukan daerahnya, Bupati Kabupaten Enrekang H Muslimin Bando memilih berguru ke Kabupaten Bantaeng.

Untuk mendapatkan resep pembangunan di Butta Toa, bupati yang baru 4 bulan dilantik itu membawa 50 orang pejabat, mulai dari Asisten, Pimpinan SKPD hingga staf.

‘’Kami sengaja membawa personil lengkap agar memperoleh ilmu yang cukup untuk membangun Enrekang,’’ katanya pada malam ramah tamah di areal kolam renang Bantaeng, Jum’at (21/3) malam.

Bupati yang juga didampingi Ny Djohra Muslimin Bando dalam kunjungan 2 hari itu, mengunjungi markas Brigade Siaga Bencana (BSB) yang kini menjadi fasilitas kesehatan percontohan nasional.

Tamu dari Enrekang itu juga mengunjungi demplot pengembangan tanaman talas milik Dinas Pertanian serta Laboratorium Kultur Jaringan yang merupakan satu-satunya laboratorium perbanyakan benih di luar Jawa.

Masih menurut Bupati Muslimin Bando, selama ini kami hanya sering mendengar perkembangan Kabupaten Bantaeng sejak dipimpin seorang professor.

Karena itu, sejak dilantik, kami sudah mewacanakan untuk melihat langsung. Dan, ternyata apa yang diceritakan selama ini tidak salah. ‘’Kami melihat banyak yang menarik. Kotanya sejuk.’’

‘’Bahkan saat melihat Pantai Marina saya kira inilah yang terbaik. Ternyata masih ada Pantai Seruni yang lebih indah. Dibalik pengelolaan sumber daya alam yang indah itu tentu ada sumber daya manusia yang handal. Karena itu, kami ingin belajar banyak,’’ ujarnya.

Terlebih Bantaeng dibangun tanpa menggunakan dana APBD. Kabupaten Enrekang memiliki APBD Rp 730 miliar dengan penduduk 200 ribu lebih, sementara Bantaeng memiliki APBD lebih kecil, namun mampu membangun sejumlah fasilitas.

‘’Kalau Nurdin bisa membangun Bantaeng, kenapa kami tidak. Karena itulah, kedatangan kami untuk belajar lebih banyak. Masalahnya, di Enrekang masih ada ego-sektor,’’ akunya.

Bupati Enrekang menegaskan, penyakit ego-sektor tersebut segera dihentikan sekembalinya dari Bantaeng sebab di Bantaeng penyakit tersebut sudah tidak ada.

Bahkan masing-masing SKPD mampu mencari dana dan membangun secara terpadu seperti dibuktikan di kawasan Pantai Marina, tambahnya.

Tentang pengembangan jaringan hingga keluar negeri seperti yang dilakukan Bupati Bantaeng, Muslimin Bando berharap juga dapat diikutkan daerahnya agar turut mendapat bantuan, terutama ambulance dan pemadam kebakaran (Damkar).

Sebelumnya, Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah mengemukakan strategi membangun Bantaeng yang dimulai dari desa. Pembangunan dilakukan setelah berhasil mengatasi persoalan banjir tahunan yang merendam kota, termasuk rumah jabatan, jelasnya.

Setelah banjir teratasi, Kota mulai dibenahi dan kini Kota Bantaeng menjadi kota yang romantis. Ini juga berkat perencanaan yang disesuaikan dengan kebutuhan, buka keinginan.

Para pejabat SKPD juga diberi wawasan dengan melihat ke luar negeri. Hasilnya, tidak ada lagi ego-sektor. Bahkan setiap program, dapat melibatkan semua SKPD sesuai fungsinya masing-masing.

Kini, sejumlah fasilitas berhasil dibangun, termasuk fasilitas wisata seperti Pantai Marina, Pantai Seruni yang sudah menjadi ikon kota Bantaeng serta kawasan wisata agro di bagian pegunungan.(hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *