Nafas Panjang Chaseiro Band

Chaseiro band, 36 Tahun berkiprah
Chaseiro band, 36 Tahun berkiprah

DITINGGAL wafat tiga personelnya  – Uce Hariono (drum), Ade Hamzah (bas) dan Helmie (vokal)  plus  tiga musisi dedengkot kini memiliki profesi utama diluar musik   seperti Candra Darusman  (perwakilan World Intellectual Property Organization (WIPO) di Singapura –  Rizali Indrakusuma (Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI di India)  serta Aswin Sastrowardoyo (dokter spesialis kandungan (SpoG), bukan halangan bagi Kelompok Musik Chaseiro untuk terus bernafas panjang di industri musik nasional. Band Pop Jazz yang terbentuk di Jakarta tahun 1978 ini, dengan formasi terkini  – Candra  (vokals, keyboard), Aswin  (vokals, gitar), Edwin Hudioro (flute), Irwan Indrakesuma (vokal), Omen Norman Sonisontani (vokal) serta Rizali  (vokal, bass),   kembali melansir album terbaru bertajuk “Retro 2”.

“Sejak menapakkan kaki di peta industri musik Indoneesia 6 Mei 1978 – pasca memenangkan festival gelaran radio swasta Amigos di Jakarta, semua personel Chaseiro punya komintmen kuat untuk terus menjaga nafas panjang band  lewat  eksistensi dan konsistensi dari masa kemasa. Nah, album Retro 2  dengan balutan  konsep musik kekinian dan lebih segar  merupakan tahapan kami dalam bermusik, kreatif dalam berkarya tapi konsisten dalam filosofi berfikir,” tandas Candra Darusman kepada RB.Com  di Black Cat Café Senayan – Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Berangkat dari komitmen kuat tersebut, lanjut penyanyi, musisi kelahiran Bogor, 21 Agustus 1957 yang juga pendiri event bergengsi Jazz Goes To Campus ini,  kendati keberadaan enam  personelnya  belakangan terpisah oleh jarak dan waktu karena tanggung-jawab atas tugas dan pilihan atas profesi diluar musik, bukan halangan bagi Chaseiro untuk terus eksis dan berkibar.Apalagi, semangat para personelnya yang sudah 36 berkiprah untuk selalu siap berpadu menjadi satu seperti kepingan-kepingan Puzzle – saling mengkait, tersusun guna mengahasilkan karya seni yang indah.

Chaseiro band gandeng Trio RAN
Chaseiro band gandeng Trio RAN

“Alhasil,  album Retro 2 memiliki makna sangat spesial bagi kami karena merupakan wujud dari hasil kolaborasi antara para musisi muda dengan para seniornya. Juga perpaduan harmonis antara bakat dan teknologi serta bercampurnya rasa duka dan harus atas wafatnya tiga saudara kami – Uce, Ade dan Helmie. Pokoknya, album lanjutan dari album ke-6 Chaseiro bertajuk Simply Retro ini, kami persembahkan untuk mereka bertiga di atas sana,” tandas Candra seraya menyatakan sebagai ikhtiar menjaga nafas panjang, bandnya menggandeng 7 musisi dan penyanyi generasi terkini yakni Riza Arshad, Tohpati, Jeffrey Tahalele, RAN, Tompi, Marcell hingga Uci Nurul yang juga menulis lirik lagu baru “Pagi Hari”. Plus dukungan fotografer profesional, Poriaman Sitanggang.

“Selain lagu karya Uci Nurul,  dalam album Retro 2 yang bermaterikan 11 lagu – kami pun menyuguhkan dua lagu baru  lainnya bertajuk Siapa Bilang dan Tell Me,”  tambah Aswin Sastrowardoyo,  gitaris dan vokalisChaseiro yang sehari-hari berprofesi utama sebagai dokter spesialis kandungan itu. * (naskah dan foto – ata)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *