Nurdin Abdullah Pantas Jadi Menteri

nurdin abdullahKetua DPR RI Dr H Marzuki Ali, SE, MM mengatakan, Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah seharusnya sudah berkiprah di wilayah yang lebih besar.

‘’Kasihan bila hanya mengurus kabupaten. Seharusnya Nurdin menjadi menteri. Siapapun presidennya, Nurdin bisa menjadi menteri, terutama Menteri Ekonomi Pertanian. Ini menjadi do’a saya,’’ katanya pada dialog terbuka di Gedung Kartini Bantaeng, Jum’at (6/12).

Dialog terbuka dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Bantaeng yang ke 759 dan dipandu Wakil Ketua DPRD Bantaeng Alim Bahri L Tana tersebut juga dihadiri anggota DPR RI Reza Ali, Ketua DPRD Bantaeng Hj Novrita Langgara, Muspida, Ketua Tim Penggerak PKK Hj Lies F Nurdin, tokoh masyarakat, para Kepala Sekolah dan Guru dan berbagai elemen lainnya.

Menurut Marzuki Ali, dari ratusan kota dan kabupaten yang sudah dikunjungi di tanah air, hanya dua daerah yang bisa member inspirasi yakni Walikota Sawah Lunto di Sumatera dan Kabaupaten Bantaeng di Sulawesi.

‘’Saya benar-benar terkesan dan terinspirasi. Bagaimana seorang bupati mampu membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya dengan dana terbatas,’’ ujar Marzuki yang sempat melakukan olahraga sepeda pada pagi hari.

Sebelumnya, peserta konvensi calon Presiden Partai Demokrat itu juga melakukan malam ramah tamah di halaman Marina Beach Hotel Pantai Marina Korong Batu Bantaeng.

Malam ramah tamah tersebut dihadiri Bupati Kabupaten Jeneponto Ikhsan Iskandar dan Wakilnya Mulyadi Mustamu serta Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Jafar Hafsah.

Ketua DPR RI mengatakan, di tangan Nurdin Abdullah kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar, ibukota Provinsi Sulsel ini bisa menjadi kabupaten termaju di Indonesia.

Karena itu, saya yakin bila Indonesia memiliki 100 orang seperti Nurdin, maka Otonomi Daerah yang sudah disepakati untuk percepatan pembangunan daerah serta mengentas kemiskinan akan terselesaikan.

‘’Saya yakin, masih banyak anak bangsa yang memiliki kemampuan seperti Bupati Bantaeng, namun mereka tidak mempunyai ruang dan kesempatan untuk memimpin karena demokrasi kita belum berkualitas,’’ tambahnya lagi.

Ia kemudian memberi gambaran transformasi yang terjadi di Indonesia dari Negara otoritarian menjadi Negara demokrasi padahal saat itu, mayoritas penduduk Indonesia hanya alumni SMP dengan pendapatan perkapita yang sangat rendah (kategori miskin).

Dengan kondisi seperti itu jelas, otak kita kurang cerdas sehingga yang berkuasa adalah kapitalis atau yang mendapat dukungan kapitalis sehingga rakyat menjadi korban.

Namun kita optimistis, era tersebut kita lalui.’’Kita tidak boleh menyerah. Kita harus bisa memberi kesempatan kepada Nurdin-Nurdin lain untuk memimpin bangsa ini ke depan,’’ tambahnya lagi.

Ia kemudian menitip pesan agar tidak hanya membangun Bantaeng sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru tetapi juga tidak melupakan pembangunan pendidikan.

Ini penting untuk melahirkan anak-anak bangsa yang amanah, berkarakter dan mampu bersaing. ‘’Kita tidak ingin menjadi Negara terisolir, namun juga tidak boleh hanyut dalam menghadapi tantangan,’’ ujarnya.

Tantangan di depan mata adalah pasar Asean pada 2015, tandas Ketua DPR RI dari Partai Demokrat itu.(hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *