Paradigma Kuratif Kesehatan Pemborosan Anggaran

Prof.Dr.Andi Agustang, M.Si,
Prof.Dr.Andi Agustang, M.Si,

Makassar.RBC.-  Problematika dasar melilit kualitas kesehatan selama ini,  adalah pola pendekatan program hanya berorientasi  pelayanan kesehatan perorangan. Menggunakan paradigma ini, maka karakteristik  program pemerintah di bidang kesehatan hanya menitik beratkan pada upaya kuratif.

Jika kondisi ini berlangsung terus menerus, maka dipastikan pemborosan penggunaan anggaran daerah serta  efektivitas hasil jauh dari capaian (seperti kebijakan kesehatan gratis). Demikian pokok pikiran Guru Besar Sosiologi Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof.Dr.Andi Agustang, M.Si,  menelaah  pembangunan Sulsel  dalam rentang waktu 2014,  di kampus PPs-UNM, Makassa, Selasa 23 Desember 2014.

Gambaran sederhananya adalah biaya mengobati orang yang sakit jauh lebih mahal dibandin pembiayaan untuk tindakan pencegahan (preventif).Hasilnyapun bersifat jangka panjang,  jika paradigma preventif digunakan sebagai perspektif dalam mengarahkan perencanaan dan penganggaran program pemerintah.

Berdasarkan analisis ini, maka perubahan paradigma pendekatan pembangunan kesehatan mutlak dilakukan yakni dari paradigma pelayanan kuratif ke pelayanan preventif,  tandas Ketua Prodi S3 Sosiologi PPs-UNM ini seraya menambahkan,   penjabaran paradigma preventif akan mempengaruhi juga-ornament pembangunan lainnya khususnya peningkatan partisipasi masyarakat.

“Logikanya, preventif approach akan menstimulasi masyarakat  secara aktif menggunakan potensinya,  sendiri  mengubah taraf dan kualitas hidupnya. Proses ini sama saja kalau kita lakukan prinsip local wisdom yakni sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Atau dengan kata lain, program pemerintah telah memberikan spectrum perubahan yang luas, ” tandas Ketu Dewan Redaksi Jurnal Ilmiah Sosiologi PPs-UNM, Dialektika Kontemporer ini. (ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *