Pecandu Narkoba Jangan Takut Melapor

Ilustrasi,Pecandu narkoba (ist)
Ilustrasi,Pecandu narkoba (ist)

Pecandu narkoba diminta untuk tidak takut melaporkan diri kepada Badan Narkotika Nasional (BBN) atau Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) agar mendapatkan terapi dan rehabilitasi. “Tidak perlu takut melapor. Kalau tertangkap tangan sebagai pengguna narkoba hukumannya bisa lebih berat,” kata Deputi Pencegahan BNN, Yappi Manafe kepada wartawan, Jumat, 15 November 2013.

Ditegaskan Yappi Manafe bahwa BNN saat ini gencar memberikan terapi dan rehabilitasi secara gratis kepada pencadu narkoba. Dan semua dibiayai negara. Untuk itu segera melaporkan atau dilaporkan untuk diterapi. “Syaratnya asal pecandu tersebut tidak rangkap sebagai bandar atau pengedar,”tegas Yappi.

Diakui Yappi bahwa kemampuan BNN untuk merehabilitasi para pecandu narkoba masih sangat terbatas. Jumlah penyalahguna narkoba di Indonesia yang mencapai 1 juta orang menimbulkan persoalan karena pusat rehabilitasi yang dimiliki BNN sangat terbatas.”Saat ini, BNN baru bisa merehabilitasi sekira 18 ribu pecandu narkona di seluruh
Indonesia,” tutur Yappi.

Perwakilan tim rehabilitasi BNN, Dr Jody Joseph, mengatakan, proses rehabilitasi pecandu narkoba sedikitnya membutuhkan waktu satu tahun untuk dapat pulih dan kembali ke masyarakat. “Ini terjadi karena narkoba menyerang sistem saraf di otak,” ujar Jody.

Jody pun mewaspadai dampak yang timbul akibat mengonsumsi narkoba secara berlebihan.

“Pecandu bisa  menjambret, mencuri, merampok dan menodong. Sedangkan pecandu wanita bisa menjual diri untuk mendapatkan barang haram itu,” kata Jody

Untuk mengatasi masalah ini, BNN mengajak pihak swasta, pemerintah daerah dan masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih untuk mendirikan pusat rehabilitasi untuk membantu saudara kita yang menjadi korban narkoba.

Terkait dengan peredaran narkoba di Indonesia,  BNN mengakui bahwa terjadi peningkatan yang sangat  memprihatinkan. Para pengedar jaringan internasional menjadikan Indonesia sebagai surga bisnis haram mereka.Apalagi
permintaan barang haram itu cukup tinggi.

“Modus yang mereka lakukan cukup beragam. Tidak jarang mereka memanfaatkan social media  untuk merekrut kurir melalui jejaring sosial,” sebut Yappi.(yd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *