Pemkot Parepare, Peduli dan Jemput Bola

Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe
Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe

Parepare (rakyatbersatu.com)- Pemerintah Kota Parepare terus berbenah dan melakukan apa saja untuk memudahkan warganya mengakses layanan publik dengan mudah dan gratis. Salah satunya penerbitan dokumen  kependudukan dan layanan perizinan  yang bebas biaya.  

Kini, dokumen seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk Elektronik (EKTP) dan Akta Pencatatan Sipil dapat diperoleh dengan mudah dan gratis di Kota Parepare.  

Sejak Januari 2014 lalu, Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe telah memasukan penerbitan dokumen kependudukan sebagai salah satu dari 10 Program Prioritas Gratis Lahir Hingga Akhir Hayat. Kebijakan ini tentu saja sangat membantu masyarakat Parepare, khususnya warga kurang mampu yang jumlahnya disebutkan tinggal 4000 lebih.

Saripah, seorang janda empat anak, warga Kelurahan Ujung Baru, yang sudah lama ditinggal mati suaminya mengaku sangat terbantu dengan program gratis penerbitan dokumen kependudukan Pemerintah Kota Parepare.

Sejak program ini berjalan, ia bisa memanfaatkan uang mengurus penerbitan dokumen untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak. ‘’Alhamdulillah, saya tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk mengurus penerbitan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (EKTP),’’ ujar perempuan paruh baya itu.

Masita Sirajuddin, warga Pinrang yang kini berdomisili di Parepare juga merasakan hal serupa saat mengurus penerbitan  KK dan KTP-El di Kota Parepare. Perempuan beranak satu ini tidak mengeluarkan biaya sepeserpun.

‘’Prosesnya sangat mudah. Setelah surat pengantar dari kelurahan saya serahkan di bagian pendaftaran berkasnya langsung diproses. Tidak lama kemudian saya bisa langsung mengambil KK dan KTP-Elektronik di bagian penyerahan,’’ kata Masita, ditemui Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil beberapa waktu lalu.  

Saripah dan Masita merupakan dua dari sekian banyak penduduk kota ini yang kini terbantu dengan Program Gratis Penerbitan Dokumen Kependudukan Pemerintah Kota Parepare.

Penduduk yang dulu harus mengeluarkan kocek sampai Rp50 ribu untuk penerbitan KTP dan Rp12 ribu lima ratus untuk penerbitan KK, kini semua dapat diperoleh secara gratis.

 ‘’Cukup menyetor surat pengantar kelurahan dan kecamatan administrasi kependudukan yang dfibutuhkan langsung jadi. Semua gratis, pungutannya nol rupiah, kalau ada yang meminta bayaran, lapor ke saya,’’ kata Drs. H. Amran, M.Pd, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Parepare.

Amran yang menahkodai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil itu sejak Bulan Mei tahun ini menuturkan, selain gratis  mereka juga melakukan jemput bola, mendatangi penduduk yang tidak mampu seperti korban bencana alam, bencana sosial, orang terlantar dan komunitas terpencil untuk diterbitkan dokumen kependudukannya secara gratis.

KK Dapat Diperoleh di Puskesmas

Setelah menggratiskan seluruh biaya pembuatan dokumen kependudukan, Pemerintah Kota Parepare juga memberikan layanan cepat kepada setiap warga yang membutuhkan dokumen kependudukan. Salah satunya dokumen akte kelahiran yang dapat langsung diperoleh masyarakat melalui Puskesmas.   

Kepala Bidang Pencatatan Sipil Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Parepare, Yohanis Rante, mengatakan, untuk memaksimalkan kebijakan tersebut, pihaknya berkerja sama dengan beberapa rumah sakit pemerintah dan Puskesmas.

“Sehingga, ketika ibu yang melakukan persalinan keluar dari rumah sakit atau Puskesmas, anaknya dapat langsung memiliki Akta Kelahiran,” kata Yohanis, ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Program ini kata Yohanis, sudah berjalan setahun dan tanpa dipungut biaya sepersen pun.  Pemerintah Kota Parepare menjamin penuh ketersediaan anggaran untuk mendukung suksesnya kegiatan penerbitan akte kelahiran gratis tersebut.  

Sejak program gratis diluncurkan, kata Yohanis, pihaknya sudah menerbitkan 84 ribu keping KTP-Elektronik, 30 ribu lembar lebih KK dan 11 ribu lembar lebih dokumen akta pencatatan sipil. Dapat dikata, program gratis ini berbanding lurus dengan tingginya tingkat kepemilikan dokumen kependudukan penduduk Kota Parepare.

Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe juga berencana mengoptimalkan program call center 112 dan memadukan program ini dengan layanan administrasi kependudukan. Setiap jumat, melalui koordinasi camat dan lurah, mobil Call Centre akan berkeliling menjemput permohonan administrasi kependudukan dari warga Parepare yang membutuhkan.

Program lain yang digagas Taufan adalah merancang sistem teknologi informasi yang memungkinkan data pasien setiap Puskesmas diintegrasikan secara online dengan data kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Parepare.

Cara ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan mempercepat layanan kesehatan yang diberikan pemerintah daerah kepada masyarakat.   Warga Parepare yang telah terdata di Dinas Kependudukan kata dia, tak perlu repot membawa KTP dan Kartu Keluarga (KK) bila hendak berobat di Puskemas.

“Kalau ada warga Parepare yang lupa bawah KTP atau KK tak perlu lagi harus membuang waktu dan uang untuk kembali ke rumahnya mengambil KTP dan KK mereka. Petugas loket di Puskemas tinggal memverifikasi data pasien yang ada di sistem,“ kata Taufan.(a.rahman)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *