Penelitian Terkesan Dianaktirikan

Sekpel Kopertis IX Sualwesi, Dr.H.Ibrahim Saman, MM
Sekpel Kopertis IX Sulawesi, Dr.H.Ibrahim Saman

Dalam kurun waktu yang panjang, penelitian dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi terkesan dianaktirikan. Padahal dalam proses pembelajaran, ketiga dharma itu harus seimbang dan seirama dalam pengembangan tradisi akademik di kampus.

 Demikian sambutan Sekpel Kopertis IX Sulawesi, Dr.H.Ibrahim Saman, MM ketika membuka Workshop Metodologi Penelitian Lanjutan Kopertis Wilayah IX Sulawesi, 2-3 Juni 2014 di Makassar.

“Fakta sosial menunjukkan dana hibah penelitian serta pengabdian pada masyarakat 2014 mencapai, 19 Milyar. Dana itu terbagi secara tidak merata pada 6 provinsi. Malah Sulbar tidak meraih sama sekali. Sulsel sekitar 68 persen, Sulut (2%); Sultra (22%); Gorontalo (6%); Sulteng (2%) serta Sulbar (0%),” ungkap doktor administrasi publik PPs-UNM ini.

Lewat workshop ini, Ibrahim Saman berharap dapat memotivasi dosen kampus PTS untuk berlomba ikut membuat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Era kekinian, mutu dan kualitas kampus tidak lagi dilihat dari berapa dosen S2 atau S3, tetapi dilihat berapa hasil karya riset penelitian dan publikasi dari para dosen,” tegasnya.

Menurut Ibrahim Saman, untuk mendorong minat dan semangat dosen meneliti, maka pihak kampus harus memberi porsi alokasi dana yang kurang lebih sama dengan pengajaran di dalam kelas. Perhitungan angka akreditasi, penelitian dan pengabdian pada masyarakat menjadi salah  satu syarat utama.

Ketua panitia, Ichsan Kasnul Faraby, S.Sos, M.Si menambahkan, peserta workshop berasal dari utusan kampus 50 PTS dari Pulau Sulawesi. Peserta adalah Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Pemateri adalah profesor asal Kopertis yang sudah berpengalaman dalam penelitian di antaranya Hattah Fattah, A. Muhibuddin dan Musdalifah Mahmud.  (ym/rbc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *