Pengurus Koperasi Perlu Berinovasi

 Kepala Dinas Sosial Propinsi Sulsel, Ir Suwandi Mahendra MSi
Kepala Dinas Sosial Propinsi Sulsel, Ir Suwandi Mahendra MSi

Memajukan sebuah koperasi merupakan tanggung jawab sepenuhnya dari pengurus. Untuk itulah pengurus koperasi mesti pandai melihat kebutuhan anggotanya dan dituntut selalu inovatif, sehingga unit usaha yang dikelola bisa berkembang lebih maju.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Sosial Propinsi Sulsel, Ir Suwandi Mahendra MSi dalam sambutannya ketika membuka rapat anggota tahunan (RAT) ke XXkoperasi pegawai negeri Tat Twam Asi Dinas Sosial Sulsel,Rabu,12 Februari 2014 di aula Kantor Dinas Sosial Propinsi Sulsel.

Dikatakan, maju tidaknya sebuah koperasi itu tergantung dari pengurus yang bisa berinovasi dengan menjaga hubungan antar anggota koperasi dan melihat peluang bisnis yang bisa mensejahterakan anggotanya. Salah satu hal yang bisa dilakukan oleh pengurus adalah membenahi unit usaha pertokoan agar lebih menarik untuk didatangi pengunjung dalam membeli sesuatu.

Selain itu, pengurus koperasi harus bisa menciptakan suasana sejuk dengan menata ruang koperasi yang lebih menarik, sehingga anggota betah berbelanja di unit pertokoan koperasi.

Kadis juga mengatakan, koperasi yang dikelola dengan baik bisa menjadi penopang dalam menumbuhkan perekonomian masyarakat, namun jika tidak dibenahi, maka koperasi tersebut akan macet dan tidak bisa mensejahterakan anggotanya.

”Koperasi yang menarik itu ibarat gadis cantik yang dipoles dengan bedak dan asesoris kecantikan lainnya, sehingga orang tertarik untuk membeli barang di koperasi,” ujar Kadis Sosial Sulsel.

Kadis Sosial juga meminta pengelola koperasi untuk melakukan kerjasama dengan lembaga keuangan perbankan, sehingga bisa tercipta kerjasama yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

Sementara itu, Ketua Dekopinda Makassar, DR Idris Patarai dalam sambutannya mengatakan, jumlah koperasi di Makassar relatif cukup banyak yakni sekiar 1.500 koperasi, namun koperasi yang rutin melaksanakan rapat anggota tahunan secara teratur cukup sedikit jumlahnya yakni berkisar 200 koperasi. Hal ini menunjukkan bahwa, pembinaan dan peningkatan keterampilan sumberdaya pengelola koperasi masih perlu dipacu dan ditingkatkan, sehingga jumlah bisa diperoleh koperasi yang sehat.

Pada kesempatan itu, Ketua Dekopinda Makassar juga mengakui, karena kesibukannya sebagai tenaga pengajar di IPDN Makassar, maka pembinaan koperasi selama dalam kepemimpinannya tidak berjalan maksimal, sehingga perlu ada orang yang siap menggantikan posisi yang dijabat saat ini.

Diharapkan Ketua Dekopinda Makassar yang akan datang betul-betul memiliki kompetensi untuk memajukan perkoparasian di daerah ini, sehingga sebaiknya Ketua Dekopinda itu betul-betul orangnya lebih profesional.
Ketua Dekopinda Makassar juga memuji pengelolaan koperasi Tat Twam Asi Dinas Sosial yang dapat melaksanakan rapat anggota tepat waktu di awal tahun 2014.

Sementara itu, Ketua KPN Tat Twam Asi, Drs Amiruddin mengatakan, unit usaha yang dikelola koperasi tersebut meliputi unit pertokoan, unit simpan pinjam, unit fotocopy, usaha barang cicilan dengan mengelola modal sendiri sebesar Rp 374,230 juta, modal pihak ketiga Rp 1,4 miliar, volume usaha Rp 7,48 miliar dan sisa hasil usaha (SHU) bersih mencapai Rp 275,89 juta dengan jumlah anggota mencapai 351 orang.
Rapat anggota tahunan juga disiapkan hadiah doorprice berupa uang tunai dan hadiah menarik lainnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *