Pentingnya Walikota Makassar Hadiri Future Cities Asia Confrence di Hongkong

danny pomantoUlah gerombolan ‘gang motor’, masih terus berlanjut. Perampokan dan pencurian disertai kekerasan pun, masih kerap terjadi. Begitu pula perang antarkelompok. Semua ini menjadi cermin bahwa Kota Makassar tidak aman dan tidak nyaman bagi warganya.

Inilah yang selalu menjadi beban Walikota Makassar Danny Pomanto, sehingga dia terus berpikir sambil mencari solusinya. Sepertinya memang, pertumbuhan ekonomi Kota Makassar yang terus menunjukkan ekspektasi yang positif, berbanding terbalik dengan situasi keamanan yang tidak kondusif. Danny Pomanto sangat paham bahwa apabila keadaan seperti ini terus terjadi, cepat atau lambat, akan memberi pengaruh yang buruk terhadap gerak perekonomian yang sedang bertumbuh di kota yang dipimpinnya.

Sementara dalam pencarian itu, Danny Pomanto disibukkan dengan datangnya berbagai macam undangan yang mengharapkan dirinya hadir di suatu acara, dan atau diundang membawakan materi dalam suatu seminar, atau diundang meresmikan supermarket, lembaga pendidikan, dan sebagainya. Ternyata ada satu undangan yang menarik perhatiannya.

Undangan tersebut datang dari penyelenggara Future Cities Asia Confrence di Hongkong, 13-15 Oktober 2014. Konferensi internasional kota modern ini merupakan forum terbesar dan pertama di dunia yang diikuti belasan negara-negara terkemuka dunia dan 200-an eksekutif tingkat senior termasuk pejabat pemerintah, perencana kota, investor, akademisi dan sektor swasta, di antaranya; Hongkong, Amerika, Melbourn, Singapura, Malaysia, Filipina, Swedia, Jepang dan Selandia Baru. Selain itu, Perusahaan terbesar seperti Microsoft dan Bosch Software Innovations, juga hadir.

CCTV di tengah kota pantau aksi kejahatan (ist)
CCTV di tengah kota pantau aksi kejahatan (ist)

Mengingat bahwa Kota Makassar sedang dihadapkan pada problematika keamanan, maka Danny memutuskan menghadiri pertemuan di Hongkong, itu. “Lagi pula, ini adalah kehormatan buat kami, hanya 14 negara yang diundang. Makassar satu-satunya dari Indonesia. Bahkan, pada saat pemaparan Microsoft, Makassar disebut 20 kali di forum internasional itu,” kata Danny, di sela acara nonton bareng seremoni pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Senin, 20 Oktober 2014 dengan jajaran aparatur Pemkot Makassar di Ruang Pola Balaikota.

Jadi, menurut Danny Pomanto yang dilantik jadi Walikota Makassar, Kamis (8/5/2014), bukan pertemuan berlangsung tiga hari itu yang menarik bagi Danny, melainkan pembahasan tentang strategi keamanan kota dari berbagai bentuk kejahatan, itu yang penting serta bagaimana mewujudkan smart city, karena kedua hal ini menyangkut dengan kepentingan warga dan para pendatang di Kota Makassar.

Mengapa Kapolrestabes Makassar AKBP Fery Abraham, diajak? Tidak lain agar pemerintah kota dengan kepolisian mempunyai misi yang sama dalam rangka menanggulangi masalah keamanan, khususnya di Kota Makassar.

“Makanya saya bawa staf yang kedinasannya terkait untuk mempelajari sistem keamanan kota dengan Closed Circuit Television (CCTV) yang terpadu dengan smart city. Saya berharap tahun depan program ini sudah dianggarkan karena hal ini sangat urgen untuk diterapkan di Kota Makassar. Jadi kami ke Hongkong memang tidak hanya belajar mengatasi masalah geng motor dan bentuk kejahatan lainnya tapi juga mempelajari sistem smart city,” ucap Danny.

“Di sana peserta diperlihatkan video yang memperlihatkan penanganan geng motor di Seattle, Amerika. Jadi terlihat jelas bagaimana mengidentifikasi ketika ada pengendara motor bergerombol, bisa didengarkan langsung apa yang mereka bicarakan sehingga kita bisa tahu apa yang mereka sedang obrolkan dan lokasinya secara real time,” jelas Danny.

Kalau saja, urgensi pertemuan tersebut demikian pentingnya, rasanya menjadi aneh jika Wakil Ketua DPRD Makassar Adi Rasyid Ali (ARA) mempertanyakan dan meminta pertanggungjawaban walikota dari kunjungan di Hongkong itu. setelah kembali ke tanah air.Lebih lucu lagi, Supratman, anggota DPRD Makassar dari Partai Nasdem langsung menuduh walikota tidak konsisten. Dia menduga walikota menyembunyikan sesuatu di balik kepergiannya ke Hongkong.

Kordinator Anti Corruption Committee (ACC) Abdul Muthalib, Rabu (15/10/2014), mengatakan keberangkatan tersebut masyarakat harus tahu, keberangkatannya ke Hongkong dalam rangka apa.

Repot amat, sampai Walikota Makassar, Danny Pomanto harus kembali melakukan konferensi pers hanya untuk menjelaskan alasan memilih Hongkong pada kunjungan kerjanya itu.

Seorang warga mengatakan, sebaiknya anggota DPRD pintar-pintar meletakkan fungsi lembaga DPRD. “Anggota dewan boleh saja mengeritik pemerintah, tapi jangan terkesan mendikte pemerintah,” katanya. (uka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *