Peringatan dari Kapolres Bone AKBP Juliar Kus Nugroho

AKBP. Yuliar Kus Nugroho
AKBP. Yuliar Kus Nugroho

WATAMPONE, RBC – Terkait masih tingginya aktifitas masyarakat dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Fitri tanggal 17 Juli lalu, Kapolres Bone AKBP Juliar Kus Nugroho mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap 2 hal. Pertama: tindakan yang cenderung bersifat provokatif yang kemungkinan berpangkal dari gerakan terorisme. Kedua; gerakan yang dapat menimbulkan terjadinya kejahatan, misalnya; pencurian dengan kekerasan atau terjadinya musibah  kebakaran yang disebabkan oleh kelalaian.

“Kedua hal ini harus menjadi perhatian kita bersama, khususnya masyarakat Bone dan masyarakat umumnya di mana saja berada. Kewaspadaan senantiasa harus kita tingkatkan demi mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Juliar kepada RBC di Makassar, Sabtu malam (18/7).

Juliar bersama istrinya, datang dari Bone ke Makassar pada Hari Raya Idul Fitri 17/7 lalu, turut dalam rombongan Bupati Bone bersama sejumlah Pejabat Pemkab Bone lainnya, bersilaturahim dengan Gubernur, Wagub, Ketua DPRD Sulsel, Kapolda Sulselbar dan dengan pimpinan Muspida Provinsi Sulsel lainnya.

Menurut Juliar, peran serta masyarakat dalam melakukan langkah-langkah antisipatif guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas, memang sangat dibutuhkan, mengingat jumlah anggota polisi sangat terbatas jika dibandingan dengan jumlah anggota masyarakat yang wajib dilindungi oleh Polri. “Sekarang ini perbandingannya sangat jauh, antara 1 Polisi dengan 800 orang warga,” ungkap mantan Kapolres Tana Toraja, ini.

Nah, dengan perbandingan yang sangat jauh itu, maka kewaspadaan masyarakat sangat dibutuhkan, terutama hari-hari yang masih sibuk ini karena masih berlangsungnya arus balik mudik masyarakat pasca hari Id. “Tidak usah terlalu jauh, waspadai saja segala sesuatu yang berlangsung di sekitar kita, di sekitar rumah kita dan di lingkungan kita sendiri, itu sudah cukup membantu mencegah terjadinya hal-hal yang kita tidak inginkan bersama,” katanya.

Kewaspadaan di lingkung sekitar yang dimaksudkan Juliar, misalnya, misalnya sebelum menaiki kendaraan, periksalah kondisi kendaraaan; apakah bannya sudah cukup terisi udara, apakah rem sudah stabil, apakah pintu rumah sudah dikunci, kompor sudah dimatikan, dan sebagainya. “Pengalaman selama ini menunjukkan bahwa hal-hal kecil yang biasa kita anggap sepele dan dilupakan, justru itulah yang menimbulkan musibah yang besar,” katanya.

Mengenai situasi kendaraan arus balik mudik dari dan ke Bone setelah lebaran ini, sama saja sebelum lebaran. Pihak tetap membuka 8 titik cek poin yang tersebar di daerah, antara lain di Terminal Palakka, depan BTC, Jembatan Penyeberangan Bajoe, Libureng, Sibulue dan Ajangale dan di daerah perbatasan.

“Tempat cek poin itu kita model sedemikian rupa agar kelihatan menarik, sehingga setiap pengendara tidak segan untuk bertanya jika ada yang perlu ditanyakan. Kita juga titip nomor telepon, sehingga mereka bisa menghubungi kami setiap saat jika membutuhkan bantuan,” papar Juliar. (uka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *