Petinggi Hitachi Tinjau Pengembangan RS Bantaeng

hitachi ok

Sejumlah petinggi Hitachi, perusahaan terkemuka Jepang meninjau pengembangan Rumah Sakit (RS) Prof Anwar Makkatutu Bantaeng. Para petinggi perusahaan tersebut terdiri atas Nobuo Oshima, Executive General Manager Head Sales Division HMC Jepang Nobuo Oshima, International Senior Manager HMC Ninomya, Chief Representation HMC Jakarta Shohei Nagayama.

Selain itu, hadir pula Overseas Business Manager KEIAI Medical Instruments Co.Ltd Shinichiro Nakamura, Sales Division KEIAI Medical Instruments Co.Ltd Kazuki Saito, CEO SGJ Jepang Toshinobu Saegusa dan Business Development Manager HMC untuk Indonesia Suryadi Purwono.

Rombongan perusahaan tersebut diterima Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di rumah jabatan Bupati Bantaeng, Jum’at (15/11). Rombongan juga memperoleh penjelasan dari Direktur RS Prof Anwar Makkatutu dr HM Syafruddin Nurdin M.Kes di Hotel Marina Beach tentang pengembangan rumah sakit yang berlokasi di Pantai Seruni.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama pengembangan kapasitas antara Pemda Kabupaten Bantaeng dengan sejumlah rumah sakit di Jepang yang penandatanganan naskah kerjasamanya dilakukan beberapa waktu lalu.

Hitachi Group cukup berpengalaman di bidang pengembangan RS karena hingga kini telah memiliki 7 jaringan rumah sakit di negeri matahari terbit itu, jelas Nobuo Oshima.

Karena itu,  ia berjanji akan membantu pengembangan rumah sakit Bantaeng yang akan memberikan pelayanan internasional di bagian selatan Sulsel.

Direktur RS Bantaeng dr Syafruddin Nurdin mengatakan, selama ini RSUD Bantaeng merupakan RS type C.

Dengan posisinya yang strategis karena diapit beberapa daerah seperti Kabaupaten Gowa, Bulukumba, Jeneponto dan Laut Flores serta pemandangan laut dan gunung, maka RS yang dibangun Belanda ini dikembangkan.

Pengembangannya sekaligus menjadikan sebagai pusat pelayanan penyakit jantung dan bibir sumbing  di selatan Sulsel.

Persiapan pengembangan menjadi RS modern dilakukan sejak 2009 dan tahun 2011 pembangunan tahap pertama dimulai. Kini memasuki tahap ketiga dengan menggunakan dana APBN.

Jika RS ini rampung, akan memiliki 250 tempat tidur (selama ini hanya 112 tempat tidur). Sedang ruang operasi ada 6 unit berada di lantai 3. Lantai 4 kamar bersalin, lantai 5 ruang perawatan kelas 3.

Lantai 6 ruang perawatan kelas 2, lantai 7 ruang perawatan kelas 1 dan lantai delapan VVIP dan VIP. Lantai ini juga dilengkapi ruang serbaguna dan ruang pertemuan, urai Syafruddin Nurdin.(hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *