Pilkada Gowa Bakal Paling Seru, 33 Calon Bupati Mengadu Nasib

Pilkada-1GOWA, RBC – Di antara belasan kabupaten di Sulawesi Selatan yang akan mengadakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada bulan Desember tahun ini, maka hampir dapat dipastikan, Pilkada yang akan berlangsung di Kabupaten Gowa, bakal paling seru. Betapa tidak, KPU setempat sudah mencatat 30 nama sudah mendaftar sebagai bakal calon bupati di “Butta Bersejarah” itu.

Banyaknya pendaftar bakal calon bupati, membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gowa secepatnya mempersiapkan diri. Antar lain, KPU Gowa sudah melakukan perekrutan anggota PPK dan PPS yang mulai dilakukan sejak 21 April lalu. “Kita mulai rekrut PPK dan PPS. Ini untuk persiapan Pilkada,” jelas ketua KPU Gowa, Zainal Ruma.

Dia mengatakan, Gowa membutuhkan sedikitnya 9000 PPS dan puluhan PPK. KPU Gowa juga mengimbau kepada para kepala desa dan camat untuk memberikan rekomendasi sebanyak mungkin kepada warganya yang akan mendaftar menjadi PPK dan PPS. “Kita minta setiap desa memberikan rekomendasi paling sedikit enam orang,” jelas dia.

Begitu banyaknya bakal calon bupati, maka dapat dipastikan bakal calon bupati lebih banyak yang tidak akan memperoleh dukungan parpol, sebab jumlah partai sangat terbatas. Karena itu, yang akan muncul lebih banyak adalah bakal calon bupati perorangan.

Itu pula sebabnya, KPU Gowa mulai melakukan antisipasi guna mengatur mekanisme dan syarat yang harus dipenuhi oleh bakal calon bupati perorangan. Misalnya, seorang kandidat calon bupati yang akan maju melalui jalur perseorangan wajib mengumpulkan 56.045 fotokopi KTP sebagai salah satu bentuk dukungan. KPU Gowa menyarankan agar fotokopi yang dikumpulkan itu adalah KTP elektronik.

Komisioner KPU Gowa, Muhtar Muis mengatakan, KPU Gowa akan melakukan verifikasi faktual secara door to door untuk calon perorangan. Selain itu, fotokopi KTP itu juga akan diverifikasi secara administrasi dengan menginput nomor induk kependudukannya (NIK). “Jangan sampai KTP yang lama tidak terdaftar NIK nya. Jadi, lebih baik gunakan KTP elektronik, biar lebih aman,” jelas dia.

Berdasarkan dari data agregat kependudukan (DAK), Kabupaten Gowa memiliki jumlah penduduk hingga 747 ribu jiwa. Syarat dukungan calon perseorangan adalah 7,5 persen dari jumlah penduduk itu.

Tidak hanya fotokopi KTP, pemilik KTP juga harus memberikan pernyataan dukungan secara tertulis dengan menggunakan materai. Pernyataan dukungan ini bisa dilakukan dengan cara kolektif yang digabung per desa. “Dukungannya harus tersebar merata di minimal setengah kecamatan yang ada di Gowa,” jelas komisioner KPU Gowa, Muhtar Muis.

 Perpu Bisa Jadi Penghalang

Meski anggota keluarga besar Yasin Limpo tetap berupaya untuk maju pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gowa yang akan dilaksanakan Desember 2015, namun kemungkinan besar keturunan Yasin Limpo terhalang, menyusul berlakunya Peraturan Presiden Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Pilkada.

Hanya saja, mengingat bulan Desember masih beberapa bulan lagi, dan yang namanya politik sangat dinamis perubahannya – bisa saja Perpu tidak diberlakukan. Seperti inilah optimisme yang ada pada diri Akbar Danu Indarta menatap Pilkada Gowa.

Siapa Akbar Danu Indarta? Dia adalah putra dari Ketua DPD II Partai Golkar Gowa, Tenri Olle YL. Kabarnya, Akbar diharapkan menjadi penerus dinasty Yasin Limpo untuk tetap memimpin pemerintahan di Gowa. Selama ini, Akbar memang kurang dikenal oleh publik karena Dia jarang terekspos media. Akan tetapi, pekan lalu Dia mulai angkat bicara, karena sudah ada beberapa kelompok masyarakat di Gowa yang akan mendukung dirinya jika maju di Pilkada Gowa. “Saya sangat bersyukur jika banyak yang mendukung,” katanya bersemangat.

Namun, rupanya Akbar sadar bahwa apa yang diimpikannya adalah sesuatu yang tidak mudah menjadi kenyataan, terutama karena ada Perpu. “Ya, apakah Saya benar-benar maju atau tidak, jawabannya akan Saya berikan setelah putusan MK terkait Perpu khusus poin dinasti,” ujar legislator Golkar Gowa itu, pekan lalu.

Yang pasti jika diminta maju, Akbar Danu Indarta mengaku siap. “Harus siaplah. Sebagai kader tentu harus siap yang terbaik menurut Allah saja. Kalau pun gugatan Perppu dinasti diterima, tentu saya berharap ibu ketua yang diusung,” tambahnya.

Sebelumnya, anggota Komisi II DPR RI, Azikin Solthan menyebutkan Perppu Pilkada besar kemungkinan diterima dan pemilihan kepala daerah dilakukan secara serentak. Karena itu, katanya, termasuk di Sulsel, bakal calon bupati yang merupakan hubungan darah dinasti Yasin Limpo tidak akan bisa ikut dalam pilkada.

“Kami baru menggelar rapat pembahasan Rancangan Undang-Undang Pilkada dengan agenda pandangan fraksi. Meski masih banyak poin yang harus diubah, tapi besar kemungkinan Perppu itu diterima,” kata Azikin yang dikenal selama ini sebagai karib teramat dekat keluarga besar Yasin Limpo. demikian mantan Bupati Bantaeng dua periode itu. (uka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *