Pilkada Gowa Lahirkan Sejarah Baru

surat susaraMakassar (rakyatbersatu.com) – Pilkada serentak yang di gelar di Sulsel melahirkan kejutan baru. Untuk pertamakalinya, calon independen mampu menumbangkan rival-rivalnya. Dia adalah Adnan Puricha, putra bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo.

Dalam hitungan cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei, keponakan Gubernur Sulsel Syharul Yasin Limpo Limpo yang berpasangan dengan Abdul Rauf Gani Karaeng Kio ini memenangkan pertarungan ‘sengit’ dengan kemenangan suara 40 persen.

Jika dalam perhitungan manual oleh KPU Gowa, dan Adnankio tetap memenangkan Pilkada Gowa, maka dapat dipastikan dia adalah bupati termuda di Sulawesi Selatan yang lahir dari jalur independen yang berhasil melanjutkan kepemimpinan ayahnya di Kabupaten Gowa.

“Ada sejarah baru dicetak para kontestan seperti Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo adalah calon bupati termuda di Sulsel dan menjadi orang pertama penyambung tongkat kepemimpinan ayahnya di Kabupaten Gowa,” kata Direktur Lembaga Survei Celebes Research Centre (CRC) Herman Heizer kepada wartawan di hotel Sheraton Makassar.

Tak hanya itu, Indah Putri Indriani, calon Bupati Kabupaten Luwu Utara sebagai perempuan pertama di Sulsel akan tercatat menjabat sebagai pemimpin daerah di musim pilkada tahun ini.

Diakui Herman Heizer hasil hitung cepat ini belum final Karena hasil resmi akan diumumkan oleh KPU.
Pemgamat politik dan komunikasi Universitas Hasanuddin Aswar Hasan menyatakan hasil versi penghitungan cepat atau `Quick Qount` hanya sebagai pengontrol perolehan suara Pilkada untuk dijadikan baromenter dari hasil resmi yang akan diumumkan oleh KPU

Ditegaskan Aswar Hasan bahwa hitung cepat hanya memberikan gambaran dari proses penghitungan. Bukan menjadi ajang mengklaim kemenang. ” Jika ada pasangan calon yang kemudian mengklaim telah memenangkan pilkada itu sah-sah saja. Biasanya hasil hitung cepat ini beda tipis, “sebut Aswar.

Protes Warga Gowa
Pilkada serenntak yang dilaksanakan di Kabupaten Gowa secara umum berjalan lancar. Namun demikian, aksi protes saat lembaga survei merilis hasil perhitungan cepat bermunculan. Pasangan nomor urut satu sempat mendatangi kantor Camat Palangga. Mereka menunding di wilayah ini terjadi kecurangan yang signifikan.
Tak hanya itu sejumlah warga juga melakkan protes karena tidak mendapat undangan mencoblos.

“Saya warga asli kenapa tidak dapat undangan, dan saya di pin-pong kiri kanan dari TPS satu ke TPS tiga,” ketus pemilih Alimuddin Hakim (50) di TPS 1, Kelurahan Bonto-bontoa, Kecamatan Sombaopu, Gowa, Rabu (9/12/2015).

Hj Muriati Amzar (69) juga kesal atas perilaku petugas KPPS setempat yang tidak memberikan hak mencoblos pilihannya.”Saya capek mondar mandir katanya macam-macam, minta lagi foto copy KTP, padahal saya terdaftar di DPT, masa yang bagi undangan tidak tahu penduduk sekitar. Ternyata ketua KPPS-nya bukan orang sini,” ucap ibu dari ketua RT 004 Kelurahan Bonto-bontoa itu. (yd/bbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *