Polda Sulsel Selamatkan Rp 82 Miliar Uang Negara

Kapolda-Sulselbar, Burhanuddin Andi (ist)
Kapolda-Sulselbar, Irjen Pol.Burhanuddin Andi (ist)

Sepanjang tahun 2013, jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan berhasil menyelesaikan 63  kasus  tindak pidana korupsi. Sementara yang sudah diselesaikan atau di P21 sebanyak 77 kasus, dan menyelamatkan uang negara sebesar Rp 82 miliar

Kepala Polda Sulsel, Irjen Pol. Burhanuddin Andi saat memaparkan Kinerja Polda Sulsel pada tahun 2013, di SPN Batua Jl Urif Sumiharjo Makasssar, Senin 30 Desember  2013  mengakui jika kasus korupsi yang paling menonjol yang ditangani Polda Sulsel di tahun 2013. Diantaranya kasus penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 100 debitur petani Ubi Kayu di Kecamatan Maiwa oleh Bank BNI Cabang Parepare.

Dalam perkara kasus tersebut, negara merugi sebesar  Rp44 milyar . Dari kasus ini penyidik berhasil menyita asset dari para tersangka sebesar Rp 23 milayar

“Dari sekian banyak kasus korupsi yang kami tangani itu, kami berhasil menyelamatkan uang negara sekitar Rp 82 miliar. Sedangkan kasus yang sudah kami selesaikan atau P21 melebih target. Muda-mudahan tahun 2014 lebih baik lagi, ” ungkap mantan Kapolrestabes Makassar ini.

Untuk meminimalisir terjadinya tindak pidana korupsi, Polda Sulsel akan mensosialisasikan UU TP Korupsi, pembuatan MOU dengan instansi terkait termasuk  membentuk tim untuk mengawal penggunaan anggaran pemerintah daerah.Selain itu dilakukan  kerjasama dengan  Diknas untuk memasukan program pencegahan  korupsi sebagai mata pelajaran estra kurikuler di sekolah.

Terkait kasus dugaan korupsi penggelembungan anggaran (mark-up) proyek di fakultas ilmu keolahragaan (FIK) yang diduga merugikan negara sebesar Rp13 miliar, Polda Sulsel  segera menetapkan tersangka baru pada kasus korupsi tersebut.

“Kami sudah memeriksa 15 saksi diantaranya adalah pejabat UNM. Dalam kasus ini tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru,” ungkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Kombespol Petrus Waine saat mendampingi Kapolda Sulsel Irjen Pol Burhanuddin Andi di acara tersebut.

Petrus menyebutkan, untuk Rektor UNM sendiri, pihaknya belum menjadwalkan waktu pemanggilanya.”Kami tetap akan panggil sebagai saksi, guna mempermudah  pengusutan dan penyelsaian kasus tersebut,”kata Petrus. (sumber tribunnews/yd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *