Poros Maritim Mengembalikan Kajayaan Indonesia

Direktur Jenderal (Dirjen) Kelautan dan Pulau-Pulau Kecil Indonesia (KP3K) Sudirman Saad (ist)
Direktur Jenderal (Dirjen) Kelautan dan Pulau-Pulau Kecil Indonesia (KP3K) Sudirman Saad (ist)

Bantaeng.- Indonesia harus berani melakukan arus balik dari darat ke laut bila ingin mengembalikan kejayannya seperti pada zaman kerajaan.

Pada zaman itu, seluruh kerajaan di Indonesia berkilbat ke laut, termasuk kerajaan Gowa yang pernah jaya dengan pelabuhan terbesarnya di kawasan timur Indonesia.

Hanya saja, masuknya kolonial berhasil melumpuhkan pelabuhan-pelabuhan tersebut sehingga kita beralih ke daratan. Dan, sejak saat itu, kita melupakan kekayaan di laut.

Kini, arus balik tersebut mulai tercermin kembali dengan terpilihnya pasangan Joko Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla (JK) melalui gagasan poros Maritim.  

Gagasan tersebut diyakini akan mampu mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai negara kepulauan, kata Direktur Jenderal (Dirjen) Kelautan dan Pulau-Pulau Kecil Indonesia (KP3K) Sudirman Saad pada Seminar Nasional dan Workshop Maritim 2014 di gedung Balai Kartini Kabupaten Bantaeng, Kamis (2/10).

Seminar yang dilaksanakan Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia (LDII) bekerjasama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan Pemda Kabupaten Bantaeng tersebut diikuti 270 peserta, termasuk 6 profesor, pimpinan DPRD berbagai daerah dan provinsi di Indonesia.

Selain itu, hadir pula para pemerhati lingkungan kemaritiman, LSM, akademisi, mahasiswa dan pengusaha dari Sulawesi, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, Madura, dan berbagai lembaga lainnya.

Menurut Dirjen, untuk mengembalikan kejayaan tersebut, salah satu yang perlu dilakukan adalah melakukan revolusi budaya yang diawali di meja makan.

Ini pilihan yang sangat sederhana namun membantu nelayan sebab melalui revolusi ini keluarga harus dibiasakan makan ikan. ‘’Coba  dilakukan setiap kita makan, selalu ada ikan. Dengan begitu akan memicu ekonomi yang luar biasa,’’ ujarnya.

Dirjen Sudirman Saad juga mengemukakan pendapat seorang peneliti yang menyebut, dengan memanfaatkan potensi laut, Indonesia bisa menjadi Negara raksasa dan masuk 10 besar dunia.

Persoalannya, tambahnya, susmber daya manusia (SDM) pengelola potensi besar tersebut umumnya hanya tingkat SMP. Karena pemberdayaan masyarakat sangat penting melalui pendidikan, tandasnya.(yd/hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *