Prajuritnya Tewas Ditikam, Pangkostrad Siap Kerahkan Kekuatan Bantu Polisi

Pangkostrad Letjen TNI Mulyono (ist)
Pangkostrad Letjen TNI Mulyono (ist)

Jakarta.RBC. Kasus tewasnya Pratu Aspin Mallobasang yang diserang oleh orang tak dikenal pada Minggu 12 Juli 2015 dini hari di lapangan Syekh Jusuf Gowa, Sulsel, mendapat perhatian serius dari Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Mulyono. Dia menilai tindakan tersebut sangat brutal. Untuk mengungkap kasus tersebut Pangkostrad siap mengerahkan kekuatan untuk membantu polisi

“Ini merupakan kriminal murni. Namun demikian, saat ini kasus tersebut masih dikembangkan oleh aparat kepolisian,” kata Mulyono usai meresmikan media center di Makostrad, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Senin (13/5).

Pangkostrad menegaskan pihaknya tak segan mengerahkan kekuatan untuk mengungkap kasus ini. Tapi kekuatan yang dikerahkan itu hanya untuk membantu pihak kepolisian yang kini sedang berupaya mengungkap kasus ini.

Dia menegaskan tidak ingin menduga-duga siapa pelaku kejahatan tersebut, apakah dari institusi penegak hukum atau bukan.Namun yang pasti, Pangkostrad berharap polisi bisa mengungkap kasus yang menimpa prajuritnya itu.

“Kita tak mau menduga-duga. Fakta di lapangan, pelaku pengeroyokan dan penusukan merupakan orang tak dikenal, meski satu orang pelaku sudah berhasil ditangkap,” kata Mulyono.

Untuk mengungkap kasus ini Mulyono telah melakukan koordinasi denga Pangdam VII Wirabuana untuk membantu polisi menangkap pelakuknya.

“Kami terus koordinasi dengan Pangdam Wirabuana, kalau perlu kekuatan kita kerahkan sesuai kebutuhan, tapi cuma membantu di kepolisian,” tandasnya.

Seperti diketahui, aksi pengeroyokan terhadap dua anggota TNI terjadi di areal parkir Lapangan Syeh Yusuf Jl Masjid Raya kelurahan Sungguminasa kecamatan Sombaopu kabupaten Gowa Sulawesi Selatan Minggu (12/7) sekitar pukul 01.30 wita.
Korban meninggal dunia bernama Pratu Asping Mallobasang, akibat terkena bacokan para pelaku. Sementara Pratu Faturahman masih dirawat di rumah sakit.

Infomarsi dari pihak kepolisian, penyerangan yang melukai dan menewaskan seorang anggota TNI, ketika kedua korban sedang duduk di pelataran Lapangan Syekh Yusuf. Kemudian korban tiba tiba didatangi sekelompok pemuda yang berjumlah sekitar 20 orang mengendarai sepeda motor.

Sebelum kedua korban dikeroyok, pelaku sempat bertanya kepada korban, “Kamu polisi atau tentara?” Saat korban menjawab tentara, pelaku kemudian mengeroyok kedua korban.

Saat pengeroyokan terjadi, Pratu Faturahman berhasil menyelamatkan diri. Sementara Pratu Asping yang juga berusaha lari namun ditarik jaket/sweaternya.Dan saat itu saksi melihat salah seorag dari penyerang menghunuskan parang samurai mengayungkan ke korban .

Akibat kejadian korban mengalami luka pada bagian dada bagian kiri. Setelah itu, rombongan pelaku langsung meninggalkan TKP dan melarikan diri ke Makassar.(yd/bbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *