Pramuka Berpotensi Lahirkan Pemimpin Masa Depan

Ketua Kwartir Gerakan Pramuka Nasional DR Adhyaksa Dault (ist)
Ketua Kwartir Gerakan Pramuka Nasional DR Adhyaksa Dault (ist)

Lombok Tengah- (rakyatbersatu.com)-  Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (Kwarnas) DR.H. Adhyaksa Dault menegaskan bahwa  anggota Pramuka sangat berpotensi menjadi pemimpin di masa depan, karena di kepramukaan sesungguhnya telah dilakukan upaya regenerasi kepemimpinan.

Dihadapan 2.500 Anggota Pramuka seluruh Indonesia yang mengikuti Perkemahan Wirakarya yang dipusatkan di Bumi Perkemahan Jae Nusa Tenggara Barat, Adhyaksa Dault  menyebut bahwa jika ada pemimpin yang lahir tidak melalui proses kepemimpinan maka pasti tidak bisa diandalkan.

“Coba kita lihat, ada beberapa pemimpin tidak lama menduduki posisi sebagai pemimpin kemudian diturunkan. Pemimpin yang cepat naik akan cepat juga diturunkan, ” tandas mantan Menteri Olahraga di era Gusdur saat membuka Perkemahan Wirakarya Nasional VIII yang diadakan di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Senin (23/11).

Tetapi di kepramukaan, tegas Adhyaksa Dault, anggota pramuka didik menjadi pemimpin yang amanah, mereka dibekali dan dilatih menjadi pemimpin untuk masa depan. Mereka pasti akan menjadi pemimpin yang jujur dan menjadi panutan masyarakat.

Dibagian lain, Adhyaksa Dault mengklaim bahwa Pramuka adalah lembaga yang paling siap mewujudkan revolusi mental. ”Kalau saat ini pemerintah sering ngomong soal revolusi mental, saya katakan bahwa yang paling siap melaksanakan revolusi mental itu ya Gerakan Pramuka!” kata Adhyaksa.

Adhyaksa menegaskan Pramuka sudah sewajarnya untuk tampil sebagai garda terdepan dalam membentuk karakter kaum muda Indonesia. ”Saat ini adalah kebangkitan dari Gerakan Pramuka. Dengan rebranding gerakan Pramuka yang kita galakkan sekarang ini, harapannya anak-anak kita didik dan kita siapkan untuk menyambut estafet kepemimpinan bangsa,” ujarnya.

Adhyaksa juga mengaku bangga dengan pelaksanaan perkemahan wirakarya yang diikuti oleh 2500 peserta dari berbagai daerah ini. ”Kegiatan ini merupakan salah satu jawaban nyata terhadap persoalan bangsa, dengan sasaran utama pembangunan masyarakat di tempat pelaksanaan kegiatan,” katanya.

Perkemahan Wirakarya ini berlangsung selama 7 hari. Peserta akan di terjunkan di 5 sub-camp, yaitu di desa Karang Sidemen, Lombok Tengah, desa Wajegeseng, Lombok Tengah, desa Kota Raja, Lombok Timur, desa Sedau, Lombok Barat, dan Gili Trawangan, Lombok Utara. Peserta juga akan tinggal bersama keluarga masyarakat (home-stay) di tempat kegiatan dan melaksanakan giat bakti fisik dan non fisik. (muh.lade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *