Prof Andi Agustang Bicara Kearifan Lokal

Prof.Andi Agustang
Prof.Andi Agustang

Sedikitnya 2000 mahasiswa FKIP Unismuh Makassar, Selasa 21 Januari 2014 memadati seminar setengah hari di Gedung Pertemuan Darussalam Jl. Sultan Alauddin sekitar perbatasan Makassar-Gowa. Seminar dilaksanakan S1 Sosiologi Unismuh bertema, Kebangkitan dan Restorasi Budaya Nusantara Di antara Bangkit dan Terlupakan.

Ketua Prodi S3 Sosiologi PPs-UNM, Prof.Dr.Andi Agustang, M.Si, panggilan akrabnya, Prof AA, tampil pada kesempatan itu mengatakan, isyarat zaman saat ini sudah tidak ada lagi kerukunan sosial, masyarakat begitu mudah dan gampang terhasut dan  terpecah menjadi konflik horisontak sampai berdarah-darah.

Rapuhnya kerukunan sosial salah satu penyebabnya karena daya tarik ekonomi dan kapitalisasi dalam kehidupan. Seharusnya masyatakat masih tetap mempertahakan nilai-nilaia kearifan lokal dan budaya lokal, kata Andi Agustang.

Suasana gedung pertemuan penuh sesak dengan peserta berasal dari para dosen dan mahasiswa. Selain Andi Agustang juga tampil Gubernur Sulsel, diwakili Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulsel, Drs.H.Hasbullah Djabbar, M.Pd. Begitu banyak peminat  sehingga peserta banyak yang mendengarkan dari luar gedung.

Prof AA kesempatan itu mengatakan, isyarat zaman saat ini sudah tidak ada lagi kerukunan sosial, masyarakat begitu mudah dan gampang terhasut dan  terpecah menjadi konflik horisontak sampai berdarah-darah.

Rapuhnya kerukunan sosial salah satu penyebabnya karena daya tarik ekonomi dan kapitalisasi dalam kehidupan. Seharusnya masyatakat masih tetap mempertahakan nilai-nilaia kearifan lokal dan budaya lokal, kata Andi Agustang.

Hasbullan Djabbar mewakili Gubernur Sulsel mengatakan, budaya leluhur masyarakat Sulsel harus dibangkitkan untuk memperkuat budaya bangsa, katanya seraya menambahkan, di kalangan generasi bagu ada kecenderungan kurang mencintai dan menghargai bahasa lokal sendiri sehingga lebih banyak menggunakan dialek bahasa asing lainnya.

Mahasiswa S3 Sosiologi PPs-UNM, Drs.Arda Senaman, M.Si salah seorang peserta seminar menegaskan, materi yang disajikan Prof AA, betul-betul  inspiratif dan memberi pencerahan bagi mahasiswa yang jadi harapan masa depan bangsa ini.

Ketua Prodi S1 Pendidikan Sosiologi FKIP Unismuh Makassar, Dr.Nursalam, M.Si dalam laporannya mengatakan, mahasiswa terdaftar sekitar 2300 orang peserta seminar 2000 orang.(ym/rbc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *