Prof Andi Agustang Kuliah Umum di STIKES Mega Rezky Makassar

Prof Dr. Andi Agustang, M.Si, tampil memukau membawakan kuliah umum bagi 940 mahasiswa baru STIKES Mega Rezky Makassar,
Prof Dr. Andi Agustang, M.Si, tampil memukau membawakan kuliah umum bagi 940 mahasiswa baru STIKES Mega Rezky Makassar,

Makassar.- Guru Besar Sosiologi Universitas Negeri Makassar (UNM),  Prof Dr. Andi Agustang, M.Si, tampil memukau membawakan kuliah umum bagi 940 mahasiswa baru STIKES Mega Rezky Makassar, Sabtu 6 September 2014 di kampusnya Jl. Antang Raya Pannara. Ketua Prodi S3 Sosiologi PPs-UNM ini, membawakan materi kuliah tentang, Peran Mahasiswa Kesehatan dalam Pengembangan Budaya Berbasis Karakter.

          Turut hadir dalam kuliah umum ini, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Mega Rezky, Hj. Suryani, SH, MH, Ketua STIKES Mega Rezky, Dr. Joko Purnomo, M.Kes, Ketua STKIP Mega Rezky, Muhammad Nadhar, SR, M.Si, Ketua Penjaminan Mutu, Prof.Dr. H.Rusli Ngatiman , Pengurus Yayasan, Bahri Madjid, SE serta seluruh civitas akademika lainnya.

        Proses pembelajaran selama ini, mahasiswa hanya dibekali dengan pengetahuan kognitif dengan fokus pada ilmu pengetahuan dan sains. Pada sisi lain dua sasaran dalam pembelajaran yakni, afektif dan psikomotorik nyaris terlupakan dan tidak kurang disentuh sama sekali, tegas doktor sosiologi antropologi PPs-Universitas Padjajaran Bandung ini.

Akibat budaya akademik kurang menyentuh  karakter dalam proses pembelajaran, akibatnya, luaran yang dihasilkan juga terasa di tengah masyarakat. Tenaga kesehatan misalnya, ketika kembali mengabdi di tengah masyarakat, seringkali pasien dikecewakan dan tidak dilayani secara maksimal dan profesional.

Prof Dr. Andi Agustang, M.Si, tampil memukau membawakan kuliah umum bagi 940 mahasiswa baru STIKES Mega Rezky Makassar.
Prof Dr. Andi Agustang, M.Si memotivasi  mahasiswa baru Stikes Mega Rezky

 Perilaku tenaga kesehatan kita itu, terkadang bersikap judes, mudah marah, tidak ramah dan berbagai sikap dan perilaku pelayanan yang kurang menyenangkan bagi pasien dan keluarganya, tandas profesor pertama alumni SMA Negeri Mare Bone ini.

        Menghindari perilaku yang mengecewakan pasien, maka tenaga kesehatan yang dicetak lewat pendidikan tinggi, sudah harus diberi pengajaran pendidikan karakter dengan mengacu pada sumber pengetahuan, agama, sains dan teknologi serta kearifan lokal yang dirawat dan diwariskan masyarakat dari masa ke masa, tandas Ketua Dewan Redaksi Jurnal Sosiologi Dialektika Kontemporer diterbitkan PPs-UNM ini.

        STIKES Mega Rezky mengelola prodi di antaranya; S1 Keperawatan; S1 Farmasi; D3 Analis Kesehatan; D3Kebidanan; D3 Farmasi serta D4 Kebidanan. (ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *