Prof.Dr.Andi Agustang, M.Si: Tatanan Sosial Semakin Kacau

Orasi pada Wisuda Universitas Alasyariah Mandar Polman

foto aa di polmanPergeseran dari tatanan sosial yang terbangun dari hubungan tatap muka dengan norma yang tidak tertulis formal/komunitas ke tatanan sosial yang terbangun oleh hubungan tidak langsung dengan norma tertulis formal diwarnai oleh ketakteraturan arah. Kekacauan tatanan sosial itu semakin kacau pada masa mendatang akan terus berlangsung.

Demikian ditegaskan Ketua Prodi S3 Sosiologi PPs Universitas Negeri Makassar, Prof.Dr.Andi Agustang, M.Si, dalam orasi ilmiah berjudul, Solusi Konflik Berkekerasan Melalui Kearifan Lokal, dibacakan pada Dies Natalis ke XI dan Wisuda Sarjana Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) Polman, Kamis, 15 Mei  2015 di Kota Polman.

Faktor pertama mempercepat kekacauan sosial itu, terjadinya loncatan perekonomian dari kapitalisme rasional ke kapitalisme libidinal. Perubahan itu, melahirkan tata produksi dan tata konsumsi hiper-rasional ditengah berubahnya uang dari alat tukar menjadi komoditas, tandas Guru Besar Sosiologi Antropologi UNM ini.

Kapitalisme libidinal adalah perekonomian dimana aktor dalam memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas di tengah sumber daya yang terbatas, tidak lagi berbasis sepenuhnya pada ekspektasi rasional melainkan sudah dipengaruhi mesin hasrat, tandas doktor sosiologi PPs Universitas Padjajaran Bandung.

Kedua, teknologi telah berkembang dari basis fisika atom ke basis fisika kuatum serta ketiga, cinta kepada sang patria telah mengalami sejumlah tarikan dibalik loncatan perekonomian dan komunikasi tersebut, ungkap profesor pertama alumni SMA Negeri Mare Bone ini.

Konflik berkekerasan dan tindakan berkekerasan adalah dua praktek kehidupan yang tidak baik, menjadikan sebuah tatanan berkualitas rendah. Pada sisi lain, sejumlah fungsi konflik bagi tatanan sosial, tetapi ketika konflik laten menjadi manifest tidak sekadar sebagai konflik bertujuan tetapi sebagai konflik berkekerasan, ungkap pria kelahiran Bone 1963 ini.

Penyelesaian konflik berkekerasan dan tindakan berkekerasan kearifan lokal bisa memberi kontribusi. Pertama, artikulasi kearifan lokal sebagai penanam budi baik bagi individu dan aktor. Kedua, artikulasi kearifan lokal sebagai basis modal sosial untuk menegakkan kohesi sosial. Kearifan lokal sumber norma adalah sumber norma, karena jadi pranata sosial yang kepatuhannya karena kerelaan, ketiga artikulasi kearifan lokal, sebagai praktek tehnis penyelesaian konflik dan kekerasan, ungkap Ketua Dewan Redaksi Jurnal Dialektika Kontemporer PPs UNM ini.

Wisuda turut dihadari Kordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof.Dr.Ir.Andi Niartiningsih, MP. Dalam sambutannya mengatakan, Unasman termasuk kampus yang sudah mempersiapkan diri menuju kampus yang sehat. Hal itu terbukti dari keseriusan kampus menyekolahkan dosen pada jenjang S2 dan S3.

Kampus sehat tandas Andi Niar, harus terakreditasi prodi dan institusi, kualifikasi dosen S2 dan S3 sesuai regulasi. Pusat Pangkalan Data Perguruan Tinggi, (PDPT) harus setiap saat diperbaharuai serta menghindari kelas jauh, tegasnya.

Rektor Unasman, Dra.Hj. Chuduriah Sahabuddin, M.Si melaporkan, kampus mewisuda 487 sarjana baru dari fakultas sospol, pendidikan, ekonomi dan kesehatan masyarakat. Kampus memiliki ciria khas pengajaran pendidikan agama Islam untuk empat semester, sehingga melahirkan sosok alumni yang cerdas dan berakhlak mulia, tandas kandidat doktor sosiologi PPs UNM ini. (ym/rbc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *