Project Pop Lebih Bebas Berkreasi

Project Pop =KETIKA memutuskan keluar dari lebel besar – Musica Studios sekitar tiga tahun silam, banyak insan musik mempredeksi kiprah Project Pop akan meredup dan akhirnya tinggal nama. Namun, berkat soliditas tahan banting dan keyakinan kuat bahwa meredup atau tidaknya sebuah grup vokal sangat ditentukan kesinambungan melahirkan karya musik terbaru dan bermutu –  Josis Mokalu (Yosie), Kartika Rachel Panggabean (Tika),  Djoni Permato (Udjo),  Wahyu Rudi Astadi (Odie),  Mochammad Fachroni (Oon) dan Gumilar Nurochman (Gugum), bisa eksis dan berkibar hingga kini. Bahkan,  menapaki dua dekade karir mereka di dunia entertainment nasional, Project Pop melansir album terbaru bertajuk “Move On Lagi” bermaterikan dua lagu baru dan 10 lagu lama diaransmen ulang.

“Justru kalau kami tak berani memutuskan keluar dari label besar dan memilih jalur independen, popularitas Project Pop cepat atau lambat akan meredup. Alhasil, selain  bisa tetap eksis dan berkibar hingga kini – kami berenam pun lebih bebas berkreasi dalam melahirkan lagu-lagu pop jenaka  sesuai trend musik terkini,” papar Mochammad Fachroni (Oon) didampingi lima personel Project Pop kepada RB.Com  pada peluncuran album “Move On Lagi” di gerai KFC Kemang, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Diungkapkan, pihaknya memutuskan berjuang di jalur indie label dipicu kenyataan pahit dimana 25 demo lagu nggak ada yang diterima pihak lebel. “Bagaimana kami bisa terus eksis dan berkibar di blantika musik nasional, tanpa karya musik terbaru di lansir ke pasaran. Tapi,  semua ada hikmahnya. Lewat indie label, kini kami serba bebas menentukan lagu atau singgel mana yang akan dirilis ke pasar dan sesuai dengan selera penikmat musik,” jelas Oon penuh bangga.

Ikut Trend Musik

Menyinggung resep utama Project Pop agar lagu-lagu dan album terbaru mereka terus digemari penikmat musik, Udjo  dengan sigap menunjuk ramuan musik easy listening dan lirik segar jenaka sesuai dengan trend Indo-EDM (electronic dance music). “Saat ini trend EDM yang diusung David Guetta, Armin Van Buuren, Porter Robinson dan lainnya, kini  tengah mendunia dan udah menjadi musik mainsteam di belahan dunia terutama di Amerika, Inggris, Eropa dan Asia. Nah, agar kami tak tergilas zaman, lagu andalan album terbaru kami berjudul Mengapa Mengapa kami suguhkan dalam nuansa  EDM ala Indonesia,” terang Udjo seraya menambahkan, Project Pop juga mengaransmen ulang lagu Bandung dan Kuala Lumpur yang dipopulerkan penyanyi beranjak remaja – Tegar. * (nasakah dan foto – ata)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *