PT Semen Bosowa-BUMD Bantaeng Jalin Kerjasama

bosowaSetelah dilantik awal tahun 2014, manajemen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bantaeng bergerak cepat untuk mengantisipasi perkembangan pembangunan di daerah ini.Salah satunya, melakukan kerjasama dengan PT Semen Bosowa melalui Bosowa Recources.

Jalinan kerjasama untuk suplai kebutuhan semen di Bantaeng tersebut ditandai penandatanganan naskah kesepakatan Memorandum of Understanding (MOU).

Penandatangan MOU dilakukan Pimpinan Bosowa Recources (Semen Bosowa Maros) Muh Firdaus dari PT Semen dan Direktur BUMD Bantaeng Drs HM Taufik Fachruddin.

Penandatanganan naskah kerjasama itu juga dilakukan Vice President PT Semen Bosowa Mulianto Broto dan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di rumah jabatan Bupati Bantaeng, Jum’at (24/1).

Pada kesempatan tersebut, PT Bosowa Semen menyerahkan bantuan 2 unit (dari 5 unit) kendaraan pengangkut semen curah kepada BUMD Bantaeng serta 500 sak semen untuk pembangunan masjid.

Mulianto Broto mengatakan, kerjasama ini memberi kontribusi dalam membantu kabupaten yang agresif melakukan pembangunan hingga daerah ini menjadi primadona di Sulsel.

Sebagai perusahaan nasional milik pengusaha putra daerah yang sudah memproduksi semen 4,2 juta ton/tahun ditambah 1,2 juta ton/tahun di Batam, Bosowa Semen siap memberikan pelayanan penyediaan semen.

Untuk memastikan pasokan semen tersebut, PT Semen Bosowa terus mengembangkan sayap hingga ke Banyuwangi dan Cilegon untuk kawasan Pulau Jawa, sedang untuk Sulawesi dibangun di Sulawesi Utara serta di Sorong, Provinsi Papua.

Jika pembangunan pabrik di berbagai daerah itu rampung, Bosowa akan memiliki produksi 12 juta ton/tahun, urainya. Produksi yang terus berkembang tersebut siap mensuplai kebutuhan di Bantaeng yang akan tumbuh pesat berkat pembangunan sejumlah industri.

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah berharap, kerjasama ini meyakinkan swasta Jepang, bahwa dukungan semen untuk kegiatan infrastruktur di Kawasan Timur Indonesia (KTI) bukan masalah.

Menurutnya, tahun ini Jepang membuka peluang relokasi sejumlah industrinya dan menyiapkan dana bantuan 300 milyar dolar AS untuk Negara-negara Asia seperti Indonesia, Malaysia, Myanmar dan Thailand.

Dana bukan pinjaman tersebut dimaksudkan untuk membantu pembangunan jalan, transportasi dan bandara. ‘’Ini peluang yang harus segera disikapi disbanding berharapa dari APBN yang selalu defisit,’’ urainya.

Ia kemudian mengemukakan kondisi daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar, ibukota provinsi Sulsel pada 2008 yang masih menjadi daerah langganan banjir.

‘’Kini, air yang selalu menggenangi kota tersebut sudah berhasil diatur melalui pembangunan cekdam yang dapat mengontrol air,’’ ujarnya.

Untuk menyiasati APBD yang minim (hanya Rp 233 milyar) dengan belanja pegawai yang mendominasi, mencapai 72 persen, Pemda merapatkan barisan dan membuat perencanaan sesuai kebutuhan, bukan sesuai kepentingan.

Melalui kerjasama ini, Bupati juga berharap semakin mempercepat pembangunan infrastruktur, termasuk pembangunan jalan strategi nasional yang sudah selesai 4 kilometer.

Jalan yang akan memperpendek jarak dari batas Kabupaten Jeneponto ke Kota Bantaeng tersebut akan memudahkan pergerakan industri karena kendaraannya juga sudah tidak masuk kek kota.(hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *