Rakyat Belum Puas Terhadap Kinerja Pemerintahan Jokowi-JK

Presiden Joko Widodo dan Wapres HM Jusuf Kalla (ist)
Presiden Joko Widodo dan Wapres HM Jusuf Kalla (ist)

Jakarta (rakyatbersatu.com) – Hari ini, Selasa, 20 Oktober 2015, pemerintahan Jokowi-JK genap berusia setahun. Lalu, puaskah rakyat terhadap kinerja presiden pilihan rakyat itu?

Tidak bisa dipungkiri, cukup banyak masalah besar yang dihadapi negeri ini belum bisa dituntaskan oleh presiden pilihan rakyat itu. Masih butuh waktu untuk menyelesaikannuya. Salah satunya adalah di sektor perekonomian yang belakangan ini menunjukkan kelesuan yang menyedihkan yang dampaknya sangat serius, tidak hanya pada daya beli masyarakat yang rendah, tetapi juga diwarnai pemutusan hubungan kerja (PHK) serta masalah lainnya.

Inilah yang kemudian membuat sebagian besar masyarakat Indonesia menyatakan belum merasa puas atas kinerja presiden dan wakil presiden pilihan rakyat itu, termasuk para menterinya.

Beberapa hasil survei yang bisa dijadikan ukuran untuk melihat tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Jokowi-JK. Salah satunya adalah hasil survei yang dirilis Indobarometer yang melakukan survei pada 14-22 September di 34 provinsi di Indonesia.

Survei yang dipimpin Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari, dengan jumlah responden 1200 orang dengan menggunakan metode multistage ramdom sampling. Margin eror survei disebut 3 persen menunjukkan bahwa kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan presiden Jokowi-JK hanya mencapai 46 persen,
sementara yang menyatakan tidak puas mencapai 51,1 persen. Angka kepuasan ini, kata M Qodari menurun jika dibanding pada 6 bulan pertama, Jokowi-JK memimpin negeri ini.

Sedangkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi masih berada dilevel 57,5 persen. Sementara kepuasan rakyat pada Wapres HM Jusuf Kalla saat ini berada angka 42,1 persen saja. Artinya, tingkat kepuasan terhadap dua tokoh tersebut menurun 11,5 persen

Ada beberapa alasan yang menyebabkan tingkat kepuasan rakyat terhadap Jokowi-JK menurun,diantaranya masalah ekonomi, seperti harga BBM, melemahnya rupiah dan harga kebutuhan pokok yang meningkat

Lalu bagaimana tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja para menteri yang duduk di Kabinet Kerja Jokowi-JK?

Berdasarkan survei Indo Baromoter yang dilansir detik.com, ternyata para menteri yang tegas dan kerap membuat gebrakan yang mendapat respon paling positif. Mereka adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Susu Pudjiastuti, termasuk Menko Kemaritiman Rizal Ramli yang baru saja bergabung di Kabinet Kerja Jokowi-JK

“Tingkat kepuasan publik pada menteri tertinggi masih dipegang di Susi Pudjiastuti (71,9%). Disusul Anies Baswedan (54,2%), Khofifah Indar Parawansa (47,8%), Lukman Hakim Saifuddin (44,4%%), Nila F. Moeloek sebesar 37,8% dan Rizal Ramli (37,3%).

Sementara itu, Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKopi) pun merilis hasil surveinya bertajuk Apa Kata Rakyat Terhadap Satu Tahun Jokowi-JKyang digelar Forum Senator untuk Rakyat di Restoran Dua Nyonya, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (18/10/2015) menunjukkan bahwa.54,7 persen masyarakat tidak puas, sedangkan yang puas sebesar 44,3 persen.

Survei terhadap 384 responden di seluruh Indonesia yang dilakukan pada 14-17 September itu memiliki margin error sekitar 5 persen. Survei dilakukan dengan wawancara via telepon melalui metode acak.

Juru bicara KedaiKopi Hendri Satrio menjelaskan, sebagian besar responden tidak puas karena tiga hal utama. Yaitu terkait harga bahan pokok yang tinggi dengan persentase sebesar 35,5 persen, pelemahan nilai tukar rupiah 23,7 persen, serta lambannya pemerintah dalam menangani kabut asap sebesar 11.8 persen.Sisanya, publik merasa tidak puas karena harga BBM yang mahal, susahnya lapangan kerja, kinerja menteri yang tidak bagus, biaya kesehatan yang tidak terjangkau dan lain-lain.

Pakar komunikasi politik Universitas Paramadina itu menjelasakan bahwa dibanding dengan hasil survei sebelumnya, angka kepuasan masyarakat terjadi peningkatan dibanding dengan hasil survei terhadap 450 responden yang dilakukan KedaiKopi untuk wilayah Jabodetabek pada Mei lalu. Saat itu, 65 persen responden menyatakan tidak puas selama enam bulan pemerintahan Jokowi-JK.
Sudah Menyentuh Masyarakat
Sementara Wapres HM Jusuf Kalla saat dimintai komentarnya menyatakan bahwa setahun ini cukup banyak program yang digulirkan pemerintah sudah menyetuh rakyat

“Banyak sekali malahan (program yang menyentuh rakyat). KUR dilanjutin, dana desa Rp 45 triliun. Kartu sehat, kartu pintar kan semuanya dibagi,” ujar JK di kantor wapres, Jakarta, Senin (19/10).

Ditegaskan JK, bahwa setahun pemerintahannya, tetap melakukan evaluasi terhadap kerja kabinet. “Kita akan.evaluasi, berbuat lebih baik ke depan,” imbuh JK.

JK juga memastikan tidak akan ada reshuffle Kabinet Kerja untuk saat ini. Desakan DPR untuk reshuffle pun tidak dihiraukan pria kelahiran Bone, Sulsel itu. “Masa DPR perintah kami rombak, enggak lah. Kan tergantung kebutuhan pemerintah,” tegasnya.(yd/bbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *