Rangkaian HUT ke-22 ANTV Gelar Pengobatan Gratis

Suasana Pengobatan Gratis Antv di Yogyakarta
Suasana Pengobatan Gratis Antv di Yogyakarta

Mengawali  rangkaian Program HUT 22 “Indonesia Keren”, ANTV menggelar dua kegiatan CSR kesehatan dan pendidikan di wilayah Yogyakarta, Selasa (17/3).   Pengobatan Gratis pagi hari  di kawasan Ngasem – Yogyakarta. Sementara itu,  penyerahan bantuan buku cerita anak dilakukan di siang hari  untuk perpustakaan sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di kawasan Gunung Kidul.

“Sejumlah aktifitas CSR pendidikan dan kesehatan kami gelar di Yogyakarta guna mengawali rangkaian kegiatan HUT ke 22 yang puncaknya digelar secara kolosal di kawasan Candi Prambanan pada 22 Maret 2015 mendatang. Kegiatan lain,  “Ngobrol Bareng ANTV” dilakukan di Universitas Atmajaya dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk berbagi wawasan seputar dunia penyiaran,” ujar Nugroho Agung Prasetyo – Corporate Communication Manajer ANTV dalam siaran pers yang diterima RB.Com di Jakarta, Selasa (17/3) siang..

Menurutnya, kegiatan pemeriksaan kesehatan dan penyerahan bantuan buku untuk anak  di Yogyakarta merupakan aktiftas lanjutan setelah melakukan aksi sosial  sama di Jakarta, Tangerang, Bandung yang dibantu Yayasan Bakrie Amanah, “Upaya kami dalam melakukan CSR kesehatan merupakan bentuk kepedulian lembaga penyiaran swasta nasional ini untuk terlibat aktif membantu masyarakat. Sebelumnya lebih dari 200 penerima manfaat pemerikasan kesehatan gratis warga kurang mampu di kawasan Plumpang – Jakarta. “Inisiatif ANTV membantu kesehatan menjadi cukup penting dalam upaya mensosialisasikan  pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan aktifitas fisik yang ideal,” jelasnya.

 Tingkatkan Minat Baca

Lantaran  minat membaca merupakan salah satu fondasi penting dalam mencerdaskan dan memajukan bangsa Indonesia, pihaknya pun  melakukan inisiatif meningkatkan minat baca bagi anak Indonesia sejak dini. Berkembangnya budaya sebuah masyarakat juga tak terlepas dari semakin kuatnya sebuah masyarakat meningkatkan  minat baca. “Apagi faktanya, Indonesia termasuk negara yang minat baca masyarakatnya masih rendah sudah cukup.  Data statistik UNESCO 2012 menyebutkan indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya, setiap 1.000 penduduk, hanya satu orang saja yang memiliki minat baca,” papar Nugroho Agung seraya menyatakan, lebih mengejutkan – data  UNDP juga mengungkap angka melek huruf orang dewasa di Indonesia hanya 65,5 persen saja.

“Sedangkan di Malaysia sudah 86,4 persen. Tentu saja ini menjadi gambaran  tidak terlalu menggembirakan mengenai minat baca di negeri kita,” tandasnya. * (naskah dan foto – ata/Ist)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *