Ratu Atut Pasrah Masuk Rutan Pondok Bambu

Ratu Atut usai menjalani pemeriksaan di KPK langsung di bawa ke Rutan Pondok Bambu (ist)
Ratu Atut usai menjalani pemeriksaan di KPK langsung di bawa ke Rutan Pondok Bambu (ist)

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah akhirnya di tahan oleh KPK. Ratu Atut pun pasrah masuk Rutan Pondok Bambu Jakarta Timur, Jumat, 20 Desember 2013.

Panahanan gubernur wanita pertama di Indonesia ini dilakukan KPK setelah Atut menjalani pemeriksaan selama 6 jam sebagai tersangka suap penanganan sengketa Pilkada Lebak di MK. Dia diduga turut memberi suap kepada Akil Mochtar semasa menjadi Ketua MK.

Pasal yang menjerat Ratu Atut adalah Pasal 6 ayat 1 huruf a Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi junto Pasal 55 ayat 1 ke I KUHP.

Selain menetapkan status tersangka di kasus Pilkada Lebak, Ratu Atut juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Alat Kesehatan Banten.

KPK masih berfokus menyidik kasus Ratu Atut dalam penanganan sengketa Pemilihan Kepala Daerah Lebak di Mahkamah Konstitusi.

Sementara itu, kuasa hukum Ratut Atut Firman Wijaya tidak bisa berbuat banyak atas putusan KPK yang menahan Ratu Atut.”Kami hanya bisa pasrah saja, Saya tahu, ibu Atut adalah wanita Banten yang tegar. Dia berusaha tabah,” kata Firman
Wihaya di Gedung KPK kemarin.

Sejumlah tokoh Golkar menyatakan prihatin atas penahanan Atut. Bahkan tidak menyangka jika gubernur Banten itu langsung masuk Rutan.

Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie pun menyatakan sedih atas penahanan kadernya itu. “Sedih betul, ya.Hadapi saja,” ujar Ical usai seminar Indonesia Menjawab Tantangan di Kampus UI Jakarta Pusat.

Meski ditahan, Atut tetap dipertahankan oleh Ical sebagai anggota dan pengurus partai berlambang pohon beringin itu. Menurutnya, penahanan bukan berarti Atut bersalah secara hukum.”Ditahan belum tentu bersalah kan. Cuma 20 hari (masa
penahanan) kan,” kata Ical.

Rasa prihatin juga diungkapkan Wakil Sekjen DPP Golkar. “Tentu kami prihatin dengan penahanan Ibu Atut. Kami tak menduga Ibu Atut akan ditahan secepat itu,” kata Wakil Sekjen DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily.

Seperti diketahui penahanan Ratu Atut karena diduga kuat orang nomorsatu Banten itu terlibat kasus penyuapan. Atut diduga terlibat sejak awal dengan ikut mengondisikan adiknya, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, yang lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka sehubungan dengan kasus mantan Ketua MK Akil Mochtar.

KPK bahkan menduga perintah penyuapan datang dari Atut kepada Wawan yang merupakan tim sukses pasangan Amir-Kasmin. Atut diduga punya kepentingan agar pasangan Amir-Kasmin menang dalam pilkada Lebak. KPK juga menduga
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah juga diduga terlibat penggelembungan dana dalam pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten. (yd/bbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *