Reza dan Adinia Aktor dan Aktris Terbaik FFI 2013

resa WALAU  gagal mengantar film  mereka bintangi masing-masing Habibie & Ainun serta Laura & Marsha –  menjadi film terbaik Festival  Film Indonesia ( FFI)  2013 yang digelar sangat meriah di Semarang  – Jateng, Sabtu malam (7/12) –  Reza Rahadian (26 th ) dan   Adinia Wirasti  (26 th  )  tampil sebagai Aktor dan Aktris  Pemeran Utama Pria dan Wanita terbaik peraih Piala Citra.

Reza  peraih dua Piala Citra FFI  – Pemeran Pendukung Pria Terbaik film Perempuan Berkalung Sorban (2009) dan Pemeran Utama Pria Terbaik (2010) film 3 Hari Dua Dunia, Satu Cinta – menjadi  terbaik setelah memenang persaiingan di grup unggulan maut para aktor – Abimana Arya Satya (film Belenggu), Ikranegara (Sang Kia), Joe Taslim (La Tahzan) dan Lukman Sardi (Rectoverso).

“Menegangkan dan menyenangkan sekali saya bisa lolos dan merebut Pilala Citra dari grup unggulan maut. Dengan mengungguli  empat aktor generasi baru yang menanjak prestasi aktingnya. Piala Citra ketiga ini saya persembahkan untuk keluarga dan penggemar  setia saya,” ujar pria ganteng kelahiran Jakarta, 5 Maret 1987 bernama asli Reza Rahadian Matulessy  kepada RB.Com seraya menghampiri puluhan penggemar fanatifnya yang berada di luar kaca gedung megah – Marina Convention Center – Pantai Marina – Semarang, Sabtu tengah malam.

Adinia Wirasti dan Piala CitraSementara  langkah Adinia Wirasti –  peraih Piala Citra   Pemeran Pendukung Wanita FFI 2005 lewat film Tentang Dia  terpilih menjadi Aktris terbaik FFI 2013 lebih ringan dengan menyisihkan Happy Salma (Air Mata Terakhir Bunda), Imelda Therine (Belenggu), Laudya  Chyntyha Bella (Belenggu) daan Laura Basuki (Madre). “Sama sekali saya nggak nyangka. Saya malah menjagokan Imelda dan Happy Salma,” Adinia blak-blakan.

Sang Kiai ke Academy Awards

FFI kedua digelar di kota Lumpia – pasca 33 tahun silam –  berlangsung sangat  meraih dan semarak bak pesta rakyat Jawa Tengah.  Selain dibanjiri dua ratus lebih aktris dan  aktor ibukota termasuk Menparekraf – Mari Elka Pangestu – Gubernur Jawa Tengah – Ganjar Pranowo, duet penyelenggara festival film bergengsi untuk insan film nasional berprestasi – Armain Firmansyah – Direktur Industri Perfilman dan HM. Firman Bintang plus Rano Karno – Wagub Banten  serta jutaan pasang mata pemirsa SCTV menjadi saksi kejayaan film Sang Kiai.  Film produksi PT. Rapi Film besutan sutradara Rako Prijanto merebut Piala Citra paling bergengsi FFI dengan menyisihkan film Belenggu produksi Falcon Pictures karya sutradara Upi Avianto yang lebih  diunggulkan berkat merajai nominasi.

Film Sang Kiai yang berkisah tentang KH. Hasyim Asyari dan akan jadi wakil Indonesia berlaga diajang Academy Awards 2014 untuk kategori Film Berbahasa Asing terbaik mengungguli  52 film bioskop lain peserta FFI 2013 dengan memboyong total 4 Piala Cintra. Masing-masing terbaik –pada kategori – Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Pemeran Pendukung Pria (Adipati Dolken) dan Penata Suara (K Santoso/M.Ikhsan/Yusuf/Pattawari). Sementara saingan terberatnya film Habibie & Ainun hanya  meraih tiga Piala Citra – Kategori Penulis Skenario  (Ginatri S. Noor/ Ifan Ardiansyah Ismail), Pemeran Utama Pria (Reza Rahadian) dan Penata Busana (Retno Ratih Damayanti).

Perain Piala Citra lainnya :  Jajang C Noer (Pemeran Pendukung Wanita film Cinta Tapi Beda), Adipati Dolken (Pemeran Pendukung Pria – Sang Kiai). Penata Sinematografi – Yudi Datau film 5 CM, Penulis Cerita Asli – Anggoro A – Cinta Tapi Beda.  FILM PENDEK – Simanggale (Donni),  FILM ANIMASI –  Sang Suporter – W. Darmawan, Film Dokumenter Panjang – Denok dan Gareng – Dwi Susanti  Nugraheni dan Film Dokumenter Pendek – Split Man (Nia Sari).

Makassar Berpeluang Tuan Rumah

SUKSES besar  kota Semarang untuk kali kedua menyelenggarakan Festival Film Indonesia (FFI) 6 – 7 Desember 2013 lalu setelah sebelumnya tahun 1980 silam, membuka peluang daerah lain di luar Jakarta dan Pulau Jawa – termasuk Makassar  untuk menjadi tuan rumah pesta tahunan untuk insan film nasional berprestasi.

“Silahkan semua Pemprov dan Pemkot – termasuk Makassar yang 30 tahun sukses menggelar FFI 1983  untuk mengajukkan bidding proposal sebagai kandidat tuan rumah. Daerah yang melakukan penawaran paling baik berkaitan kemajuan industri perfilman dan ekonomi kreatif  lokal- seperti yang telah dibuktikan Semarang, akan kami pilih secara fair,” papar Mari Elka Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  kepada RB.Com pada acara Welcome Dinner FFI 2013 di Semarang, Jumat malam (6/12) lalu.

Sebelumnya Armain Firmansyah – Direktur Industri Perfilman menegaskan Kemenparekraf terus berupaya keras agar kemajuan industri perfilman tak hanya terpusat di Jakarta. Melainkan segera menyebar ke 33 provinsi di tanah air. “Sejalan dengan upaya kemajuan industri perfilman dan industri kreatif tak lagi Jakarta Centris tersebut, penyelenggaraan FFI tahun mendatang di luar Jakarta adalah harga mati. Dan  Konsep brilian Semarang yang menjadikan FFI sebagai rangkaian  festival budaya rakyat berdampak positif pada perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif dikatkan dengan Visit Jawa Tengah 2013, patut dicontoh calon tuan rumah FFI 2014 mendatang,” ujar Armain  yang bersama HM. Firman Bintang – putra Makassar ditunjuk Menparekraf sebagai Penyelenggara  FFI Semarang 2013 lalu. (naskah dan foto– ata)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *