Rumah Kosong Melawan Film Hollywood

Adegan Film Rumah Kosong
Adegan Film Rumah Kosong

BERANGKAT  dari keyakinan dan  fakta bahwa penonton film horor nasional cukup memadai dan stabil, film Rumah Kosong  penuh percaya diri siap berebut penonton dengan sederet film  mancanegara  pada penutup tahun 2014 dan awal 2015. Film garapan BIC Production yang diputar di bioskop tanah air mulai 30 Desember dan mengandalkan kepiawaian akting bintang Dimas Seto, Angelica Simperler, Maeva “Malaysia” Amin, Marsya Aurelia dan Kama Baskara ini, selain  bersaing dengan film nasional seperti Pendekar Tongkat Emas , Supernova, Kukejar Cinta ke Negeri Cina, Assalamulaikum Beijing, Merry Riana, juga akan melawan film besar Hollywood seperti The Hunger Games, Mickingjay part 1, Begin Again, Jessabelle, Stoneheart Asylum hingga Kundo Age of tge Rampant.

“Mengedarkan film horor Rumah Kosong diakhir tahun merupakan langkah stragis yang sudah saya perhitungkan dari berbagai faktor. Berangkat dari kenyataan beberapa tahun terakhir bahwa penonton film horor nasional cukup banyak dan stabil, plus berbagai keunggulan dibandingkan film asing – khususnya produk Hollywood, inilah saatnya film Indonesia harus gagah di negeri sendiri,”papar H. Firman Bintang produser film Rumah Kosong kepada RB.Com di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut bos BIC Production ini,  keunggulan film nasional diantaranya faktor bahasa yang tak ada masalah dan bisa langsung dicerna tanpa perlu melihat teks terjemahan. “Dari segi ceritanya legenda Rumah Kosong  sudah tak asing lagi dan sangatdekat dengan masyarakat. Faktor ketiga, kepiawaian akting  bintang pendukung utamanya pasangan Dimas Seto dan  Maeva Amin sudah terbukti dan sangat dikenal. Jadi, apalagi yang harus dikhawatirkan untuk bersaing dengan film Hollywood,” tandas Firman yang juga ketua Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) itu.

Terus-menerus Tegang

Film Rumah Kosong  bernarasi tentang makna rumah kosong dalam pandangan agama, terutama Islam. Bahwa dalam rumah kosong, entah itu rumah baru atau lama, jika lebih dari tiga hari ditinggal si empunya, sepatutnya sebelum ditempati kembali, harus dibersihkan dahulu dengan sholat dan doa. Jika hal itu diabaikan  akan timbul konsekuensi logis maupun tak logis, dengan kehadiran setan. Agar  suguhan film ini benar-benar menarik,  Chiska Doppert – sang sutradara wanita  menggarapnya dengan membangun  ketegangan, ketakutan  terus-menerus dari awal hingga layar ditutup.

“Penonton pasti tidak ingin beranjak dari tempat duduk. Pasalnya,  ketegangan yang saya bangun sejak awal hingga akhir, tak henti-hentinya meneror penonton. Saya berharap gaya ini disukai oleh penonton,” kata Chiska  yang dikenal sebagai sutradara film horor ini * (naskah dan foto – ata)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *