Rusia Geram Dituduh Terlibat Penembakan Pesawat MH17

Puing-puing pesawat MH17 Malaysia yang ditembak jatuh (ist)
Puing-puing pesawat MH17 Malaysia yang ditembak jatuh (ist)

Moskow, РPemerintah Rusia geram atas tudingan keterlibatannya dalam penembakan pesawat Malaysia  Airlines MH17 di wilayah konflik Ukraina timur. Rusia pun bersikeras bahwa pemerintah Ukrainalah yang bertanggung jawab atas tragedi yang terjadi pada Kamis, 17 Juli itu.

Wakil Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Antonov bahkan menantang Ukraina untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan simpel, yang menurutnya, penting dalam memastikan siapa yang telah menembak jatuh pesawat sipil tersebut.

“Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini akan memungkinkan kita, bukan cuma di Rusia namun juga di Barat dan timur, di Asia, untuk mencoba dan menemukan jawaban atas pertanyaan paling penting ini: apa yang terjadi di udara Ukraina dan apa yang perlu kita lakukan sehingga ini tidak terjadi lagi,” cetus Antonov seperti dilansir AFP, Sabtu (19/7/2014).

Menurut pejabat tinggi Rusia itu, pemerintah Kiev harus merilis detail mengenai penggunaan sistem rudal Buk di wilayah Ukraina timur, dan menjelaskan mengapa sistem itu dioperasikan jika separatis tidak memiliki pesawat.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim, radar dari sistem rudal Buk milik Ukraina — senjata yang diduga digunakan untuk menembak jatuh MH17 — dioperasikan di hari jatuhnya pesawat tersebut.

Antonov juga heran mengapa pihak pengawas lalu lintas udara Ukraina mengizinkan pesawat MH17 mengarah ke utara, ke arah zona konflik.

Baik Rusia maupun Ukraina sama-sama memiliki Buk, rudal darat-ke-udara yang diyakini sebagai penyebab jatuhnya MH17. Pemerintah Ukraina menyalahkan para separatis pro-Rusia atas tragedi itu. Sementara pemerintah Rusia menuding Ukraina mengoperasikan sistem rudal Buk di hari kejadian tragis itu.

Hancurkan Bukti
Pemerintah Ukraina menuding para pemberontak pro-Rusia di wilayah Ukraina timur mencoba menghancurkan bukti di lokasi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17. Ukraina juga menyebutkan, para pemberontak telah membawa pergi 38 jasad dari lokasi kejadian.

“Pemerintah Ukraina dengan resmi menyatakan bahwa para teroris, dengan bantuan Rusia, mencoba menghancurkan bukti-bukti kejahatan internasional,” demikian statemen pemerintah Ukraina seperti dilansir Reuters, Sabtu (19/7/2014).

“Menurut data pemerintah, para teroris telah membawa pergi 38 jasad ke kamar mayat di Donetsk,” demikian disampaikan.

Menurut pemerintah Kiev, para ahli dengan “logat Rusia yang kental” telah mengancam akan melakukan otopsi sendiri atas para jasad-jasad korban MH17 yang dibawa tersebut.

Bahkan disampaikan pemerintah Kiev, pemberontak pun telah menghalang-halangi penyelidik Ukraina untuk menjangkau lokasi kejadian.

Pesawat MH17 jenis Boeing 777 yang mengangkut 298 orang, jatuh di kota Donetsk, kawasan Ukraina timur yang dikuasai para separatis pro-Rusia pada Kamis, 17 Juli lalu. Pejabat-pejabat Amerika Serikat meyakini pesawat tersebut ditembak jatuh dengan sebuah rudal darat-ke-udara. Pihak militer Ukraina menuding separatis pro-Rusia berada di balik peristiwa tragis itu.

Tragedi pesawat Malaysia Airlines MH17 menimbulkan kemarahan publik dan pers Malaysia. Terlebih, beredar spekulasi bahwa pesawat sipil tersebut adalah korban salah target para pemberontak pro-Rusia di wilayah konflik Ukraina timur.

Media-media negeri Jiran itu pun ramai memberitakan peristiwa mengerikan tersebut. “Salah target, siapa yang melakukan kekejaman ini?” tulis harian terkemuka Utusan Malaysia di halaman depan edisinya hari ini, seperti dilansir AFP. (dtc/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *