SBY: Pembangunan Tidak Akan Pernah Berhenti

Presiden SBY bersama warga Toraja dalam prosesi pemberian gelar adat (foto Setneg)
Presiden SBY bersama warga Toraja dalam prosesi pemberian gelar adat (foto Setneg)

Meski ada pihak yang menolak kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan rombongan ke Sulsel dengan berbagai alasan,  namum SBY tetap memantapkan langkahnya mengunjungi daerah ini. Empat hari
SBY dan rombongan berada di Sulsel. Menurut catatan kami, inilah kunjungan kerja SBY di Sulsel yang cukup
lama sepanjang hampir sepuluh tahun menjadi Presiden RI.

Kunjungan kerja SBY di Sulsel menyisakan banyak cerita menarik. Setiap daerah yang di kunjunginya, SBY dan tentunya Ibu Negara Ani Yudhoyono terlihat bahagia dan penuh haru bisa menyapa warga dan anak-anak sekolah lebih dekat yang sudah lama menanti kedatangan orang nomor satu di Indonesia ini.

Kunjungan kerja SBY yang merupakan kunjungan resmi terakhirnya sebagai Presiden RI, SBY lebih banyak mengungkap rasa optimisnya rakyat Indonesia akan bangkit dan lebih sejahtera lagi. Karena itu dia berharap semua Pemimpin daerah harus terus bekerja keras, termasuk terus mencarikan lapangan kerjaan bagi rakyat kita. “Saat mereka mampu mencukupi kebutuhan sehari-harinya, saat mereka mendapatkan kebahagiaan, mereka hidup tentram dan damai, disitulah letak kebahagiaan kita sebagai pemimpin,” kata SBY saat  meresmikan Tonasa V di Kabupaten Pangkep, 19 Februari 2014 lalu.

Presiden SBY mengakui sudah lama sekali ingin mengunjungi Sulsel, bahkan sudah direncanakan sejak Desember 2013 lalu. Namun baru kali ini bisa diwujudkan. “Sebenarnya kunjungan ini saya rencanakan Desember lalu, namun karena begitu banyak kesibukan yang tidak boleh saya tinggalkan, apalagi cuaca yang tidak bagus, barulah hari ini bisa saya lakukan,” tuturnya.

Di Sulsel, SBY juga mengungkapkan segala harapannya, sekaitan dengan kepemimpinannya selama ini. “Saya ingin katakan, apa yang baik di masa kepemimpinan saya, jaga dan lanjutkan, dan yang belum baik tingkatkan. Ini juga pesan saya ke presiden yang akan datang, siapakah itu, hanya Allah yang tahu.

Menurut SBY, pemimpin yang besar bagaimanapun, tidaklah mungkin mampu merampungkan semua tugas-tugas yang besar ini, banyak yang sudah dicapai, namun banyak juga yang belum dicapai hingga memasuki masa akhir kerjanya.

Diakhir masa jabatannya, kata SBY, Soekarno telah meletakkan dasar kenegaraan kita, dilanjutkan Soeharto, juga dengan pembangunannya di berbagai bidang selama 32 tahun, namun itu juga belum selesai, masuk era reformasi, yang dipimpin Pak Habibie yang berasal dari kota ini (Pare pare) berlanjut terus Gusdur dan Ibu Mega yang kemudian dilanjutkan oleh kami selama 10 tahun.

“Pendahulu saya banyak yang telah dicapai, tapi masih juga banyak yang belum, demikian pula saya. Itulah makna pembangunan, tidak pernah tujuan berhenti, karena itu akan terus berlanjut siapapun pemimpinnya anti, tantangan zaman akan selalu ada,”.

“Ini tahun trakhir kami pimpin negeri ini, inilah yang bisa saya lakukan, tentu pekerjaan rumah masih ada yang belum, saya akan lakukan semua yang bisa saya lakukan di sisa tugas saya, jika ada yg tidak berkenan saya meminta maaf,” ungkap SBY.

Terkesan di Sulsel
Di Sulsel, presiden SBY dengan bangga dan terharu mengungkapkan rasa syukurnya karena melihat Sulsel begitu sangat maju. Kepemipinan Syahrul Yasin Limpo telah banyak membuahkan hasil.“Saya senang mendengar apa yang disampaikan  Pak Gubernur tadi. Dan pengamatan saya sama. Bahwa Sulsel memang makin maju, dan kemajuannya pesat. Selamat kepada Pak Gubernur dan semua yang terlibat memajukan Sulsel,” kata SBY, di sela sambutannya, saat meresmikan pabrik PT Semen Tonasa Unit V.

SBY mengingat saat merancang penambahan kapasistas penumpang Bandara Sultan Hasanuddin bersama Jusuf Kalla (JK). Kala itu, kapasitas diperkirakan sudah mencukupi, ternyata sekarang, kapasitas Bandara Internasional Makassar itu perlu ditingkatkan lagi.

Dia pun yakin, Sulsel akan menjadi pusat pertumbuhan di Kawasan Indonesia Timur. “Tandanya-tandanya sudah nyata bahwa tidak akan lama lagi kawasan ini akan menjadi kawasan pertumbuhan yang cepat, bahkan salah satu yang tercepat di negeri kita,” katanya.

Hari kedua kunjungan kerja Presiden SBY dan Ibu Negara di Sulsel, Kamis,20 Februari melintasi Kota Pare­pare, Sidrap, Enrekang, Toraja, Toraja Utara, dan Kota Palopo.Di Sidrap, presiden dan rombongan meninjau Masjid Darussalam SDN No. 140 Kabare, serta Baruga (Pendopo) Pak Letnan di Kabupaten En­rekang serta bersilaturahmi dengan para perwira TNI AD jajaran Kodam VII/Wirabuana dan tokoh masyarakat setempat.

“Sudah lama saya ingin ke sini (Enrekang), termasuk Tanah Toraja. Alhamdulillah baru hari ini Allah mengizinkan. Jujur saja saya sangat bersyukur melihat sambutan warga di jalan-jalan,” ungkap SBY disambut aplaus hadirin.

Usai di Enrekang, SBY dan Ibu Ani menuju Kabupaten Tana Toraja untuk menyaksikan beberapa acara adat setempat, seperti pesta adat kematian dan adu kerbau.

Saat mengunjungi Rumah Adat Toraja ‘Tongkonan’ di Kabupaten Toraja Utara, Presiden dan Ibu Negara me­ninjau Rumah Adat Tongkonan dan menyaksikan Upacara Adat Kematian ‘Rambu Solo’ dan adu kerbau.SBY dan Ibu Ani juga menerima anugerah gelar adat sebagai warga kehormatan adat masyarakat Toraja. Sedangkan di Palopo, SBY akan menerima Gelar Adat dari Kerajaan/ Kedatuan Luwu yaitu Anakaji To Appamaneng RI Luwu. Gelar ini me­miliki arti Pemimpin Pe­mer­satu Dua Kerajaan dan Pembawa Amanah Ke­be­saran Kerajaan Luwu. Ibu Ani akan menerima Gelar Adat We Tappacina Wara-Wara’e yaiu Permaisuri Datu Luwu Anakaji yang berasal dari Majapahit yang bermukim dan membawa perubahan di Tanah Luwu.

Di hari ke empat kunjungannnya di Sulsel, Presiden SBY menggelar pertemuan dengan kader Demokrat yang ada di daerah ini. dan Minggu, 23 Februari 2014 SBY dan rombongan kembali ke Jakarta.
Empat hari SBY dan Ibu Ani beserta rombongan berada di Sulsel. Empat hari itu juga SBY melihat dengan jelas bagaimana dinamika pembanguan yang ada di Sulsel. Bangga dan haru atas keberhasilan yang dicapai daerah ini, membuat SBY optimis Sulsel akan menjadi wilayah terbaik di Indonesia.
Empat hari SBY di Sulsel, menjadi perjalanan terakhir SBY sebagai pemimpin di negeri ini. (yd/berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *