SBY: Pers Telah Berjasa Menguatkan Saya

153939_sbyhpn2014Rakyat Bersatu (Bengkulu).
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan bahwa hingga menjelang sepuluh tahun menjadi presiden Indonesia, pers terlalu sering mengkritisi dan mengecamnya. Namun demikian SBY tidak marah dan terpancing untuk menggunakan kekuasaanya. Pers telah mengguatkan SBY dalam menjalan roda pemerintahan.

“Dibalik kecaman dan kritikan pers terhadap saya, pers juga telah berjasa kepada saya untuk tidak gegabah menggunakan kekuasaan yang saya miliki, ” ungkap SBY yang disambut riuh para undangan dan tokoh pers yang hadir pada Hari Pers Nasional (HPN) yang dipusatkan di Bengkulu, 9 Februari 2014.

Menurut SBY, bisa saja dia menggunakan kekuasaan untuk melawan pihak tertentu yang mengecamnya, namun itu tidak dilakukan, tidak seperti pada orde sebelumnya, di mana insan pers mendapat perlakukan yang tidak baik karena mengkrtisi dan mengecam pemerintah.

Di tahun terakhir kepemimpinannya, Presiden SBY berjanji untuk tetap menjadi sahabat pers, sampai kapan pun. “Karena bagaimana pun juga saya adalah salah seorang yang ikut memperjuangkan kebebasan pers. Untuk itu, marilah kita menjaga kebebasan pers ini sebaik-baiknya, ” harap SBY.

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono menyinggung ketidakhadiran sejumlah bos media di puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-68 di Bengkulu. Padahal HPN menjadi momen penting apalagi dihelat jelang Pemilu 2014.

“Para pemilik pengelola perusahaan pers yang terjun di politik tidak hadir, Pak SBY,” kata Margiono memberi laporan dalam sambutannya di hadapan Presiden SBY.. “Pak Aburizal, Pak Surya Paloh, Pak Dahlan dan Pak Hary Tanoe. Semua kami undang,” lanjut Margiono.

Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono mengapresiasi kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. SBY dinilai berperan atas kemajuan pers nasional.Dan apresiasi dari komponen pers diwujudkan dengan penyematan penghargaan SBY sebagai ‘Sahabat Pers’.

“Masyarakat pers memberikan penghargaan istimewa yang tulus bahwa bapak SBY kami angkat sebagai sahabat pers,” kata Margiono.

Apresiasi dengan penyematan ‘sahabat pers’ menurut Margiono diberikan karena kepedulian SBY terhadap pers nasional. Ini diberikan sebagai kado jelang masa akhir kepemimpinan Kabinet Indonesia Bersatu II.

Sedangkan Ketua Dewan Pers Bagir Manan juga sempat menyinggung soal pemberitaan dan politik. Dia menekankan pentingnya obyektivitas pemberitaan dan penggunaan media yang dimiliki para petinggi parpol.

“Pers harus menahan diri dalam mengkampanyekan pemiliknya untuk tujuan politik. Penggunaan media secara pragmatis akan berdampak negatif,” tegas Bagir Manan.(yd/bbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *