Sekjen LAKI; Kami tak Mau Berpolitik

Sekjen LAKI, M. Hasbi, (ketiga dari kiri) dan rombongan diterima Wabup  dan Sekda
Sekjen LAKI, M. Hasbi, (ketiga dari kiri) dan rombongan diterima Wabup dan Sekda

Bantaeng, RBC – Sekjen DPP Laskar Anti Korupsi (LAKI) Pejuang 45; H. M. Hasbi Ibrohim menegaskan, pihaknya tidak mau berpolitik. “Kami tidak ingin ditunggangi, dan kami tidak ingin menunggangi,” katanya di hadapan para ketua DPC LAKI dari 5 kabupaten di bagian selatan Sulsel, yakni, Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto, Takalar dan Gowa.

Pertemuan yang berlangsung di rumah jabatan Bupati Bantaeng, Sulsel, 3/1 ini terjadi dalam rangka pelantikan para pengurus DPC 5 kabupaten tersebut. LAKI berkantor pusat di Jakarta. Kedatangan Hasbi selaku Sekjen untuk meninjau langsung persiapan panitia pelaksana pelantikan pengurus 5 DPC Laki P’45 yang akan dilaksanakan 8 Januari 2015 dipusatkan di Bantaeng. Sekjen DPP LAKI dan rombongan diterima Wakil Bupati Bantaeng didampingi Sekda Bantaeng, dan turut hadir sejumlah pejabat dari SKPD dan Camat.

Hasbi berpesan kepada para ketua DPC tersebut, meskipun LAKI merupakan lembaga swadaya masyarakat (LSM), namun Pengurus DPC LAKI tidak boleh tampil menakutkan, sebagaimana aktifis LSM lainnya yang sering tampil menakut-nakuti pejabat pemerintah.

“LAKI tidak boleh meminta, juga tidak boleh tampil seolah-olah dia jadi lembaga pengawas namun di balik pengawasannya itu ada udang dibalik batu. Justeru LAKI harus hadir memberi kebaikan, memberi masukan dan memberi solusi kepada pemerintah dan masyarakat,” pesan Hasbi yang berasal dari Sulawesi Selatan.

Kehadiran LAKI sebenarnya sebagai mitra pemerintah dalam hal anti Korupsi, Anti Narkoba dan Anti Pemerasan. “Olehnya itu LAKI selalu siap menerima laporan dari pejabat yang merasa ditakut-takuti, diperas atau diteror oleh orang atau pihak,” lanjutnya. “Jadi, jika yang mengalami demikian lalu ingin melaporkannya kepada LAKI, silakan menghubungi kami, baik melalui handphone, maupun media sosial seperti facebook, twitter dan website DPP Laki P’45,” tambahnya.

Menurut Hasbi, sebagai ormas LAKI menargetkan sudah terbentuk di 34 provinsi pada tahun 2016 dan pada tahun 2017 ormas ada di 475 kabupaten dan kota. “Meski LAKI tanpa memperoleh bantuan pembiayaan dari luar negeri maupun dari pemerintah Indonesia, namun kami akan hadir di semua daerah dengan kekuatan kami sendiri. Kami tidak mau berpolitik, kami tidak mau ditunggangi, kami tidak mau menunggangi,” tegas Hasbi. (armin/uka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *