Selamat Jalan Rahman Arge

Rahman Arge (ist)
Rahman Arge (ist)

Makassar (Rakyatbersatu). Sulsel kehilangan lagi putra terbaiknya. Kali ini, Rahman Arge.Wartawan senior dan budayawan ini meninggal, Senin 19 Agustus 2015 karena sakit. Rahman Arge yang meninggal di usia 80 tahun, meninggalkan lima anak dan 10 cucu.

Mantan Ketua PWI Sulsel itu akan di kebumikan di Pekuburan keluarga Beroanging, Jalan Tinumbu Makassar, hari ini, Selasa 11 Agustus 2015. Sebelum dimakamkan alamarhum Rahman Arge akan disalatkan di Masjid PWI Sulsel, Jl AP Pettarani Makassar.

Banyak pihak menyatakan duka yang mendalam atas berpulangnya Rahman Arge. Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla, menyampaikan duka cita yang dalam atas berpulangnya Rahman Arge. Bagi JK, Rahman Arge adalah teman dan sahabat lama yang dikenalnya dengan baik.

Mantan walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS) menyebut Rahman Arge adalah seniman sejati yang berjiwa besar. IAS menyatakan belasungkawa saat sejumlah anggota DPRD Sulsel membesuknya di Rutan Guntur, Senin 10 Agustus 2015.

Walikota Makassar Dany Pomanto pun merasa kehilangan.“Innalillahi Wainnailaihi Rojiun, Almarhum adalah inspirator sekaligus orang yang mengajari kita semua dengan kebudayaan. Dengan berpulang ke Rahmatullah nya almarhum adalah kehilangan sesuatu yang sangat bernilai bagi Makassar ” tutur Dany Pomanto

Sebelumnya, pria bernama lengkap Abdul Rahman Gega itu dirawat di Rumah Sakit Siloam beberapa lama. Oleh beberapa sahabatnya ia masih sempat bercerita tentang sakit yang dideritanya.

Lelaki kelahiran Makassar, 17 Juli 1935 itu adalah salah seorang budayawan dan aktor besar milik Sulsel. Arge selain aktif menjadi kolumnis di beberapa media di Makassar, ia cukup aktif di dunia panggung seniman sejak era 70-an hingga 90-an.

Rahman Arge yang pernah sekolah jurnalistik dan drama, juga cukup piawai sebagai politisi.Di bidang jurnalistik, ia bersama Mahbub Djunaidi mendirikan koran Duta Masyarakat edisi Sulawesi Selatan. Ia juga menebitkan majalah Suara, Esensi, Timtim, Harian Pembaharuan, dan Pos Makassar.

Ia kemudian menjabat Ketua PWI Sulawesi Selatan (1973-1992), dan anggota Dewan Kehormatan PWI pusat. Tak heran kalau kemudian pemerintah memberikan penghargaan kesetiaan mengabdi selama 50 tahun di dunia pers.

Di bidang politik, ia sempat menjadi anggota DPRD Sulawesi Selatan selama empat periode, dan satu periode anggota DPR/MPR.

Di bidang teater, film, dan kebudayaan, Rahman Arge telah bermain di tujuh film, dan di dua festival film nasional, sekaligus mendapat Piala Citra dan Piala Khusus.

Arge adalah pendiri Teater Makassar (TM), serta pernah memimpin Dewan Kesenian Makassar (DKM), dan Badan Koordinasi Kesenian Nasional Indonesia (BKKNI) Sulawesi Selatan.

Ia telah menerima Anugerah Seni pada 1977 dan Satya Lencana Kebudayaan dari Presiden RI pada tahun 2003. Penghargaan dan pengabdiannya tak terhitung. Selamat Jalan Rahman Arge. (yd/bbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *