Seleksi Penerimaan Penyuluh Agama di Muna, Diperketat

Drs. La Ode Safluddin, MA
Drs. La Ode Safluddin, MA

Raha, RBC – Seleksi calon Penyuluh Agama Islam nonPNS Lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muna diperketat. Proses penerimaan formasi yang berlangsung sejak Januari lalu hingga berita ini diturunkan baru memasuki tahap verifikasi.

Verifikasi yang dilakukan ini merupakan hasil seleksi dan penelitian serta peninjauan  masing-masing lokasi Taman Pengajian Al-Qur’an (TPQ) dan Lembaga Majelis Taklim yang selama ini menjadi tempat para Penyuluh Agama nonPNS menjalankan tugas sebagai Penyuluh Agama para santri.

“Selain harus memenuhi persyaratan administratif, juga yang menjadi pertimbangkan teknis adalah aspek konpetensi ideal yang mesti dimiliki seorang Penyuluh Agama nonPNS. Hal ini ditempuh guna memenuhi tuntutan masyarakat terhadap aspek pendidikan agama dan keagamaan,” kata Kepala Seksi Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kantor Kemenag Kab. Muna, Drs. La Ode Safluddin, MA, Jum’at kemarin (27/3) di Raha. “Saat ini kita sedang melakukan verifikasi faktual pada masing-masing TPQ dan MT, tempat para penyuluh melaksanakan kegiatan penyuluhan atau pengajian kepada santri,” tambahnya.

Syarat administratif dan kompetensi tersebut, lanjut Safluddin,  diberlakukan berdasarkan Surat Keputusan Kakanwil Kemenag Prov. Sultra Nomor: 13 Tahun 2015 disusul Surat Edaran Kakanwil Kemenag Prov. Sultra Nomor: Kw.24/BA.00/159/2015 tentang Petunjuk Teknis dan proses pengangkatan dan pengangkatan kembali Penyuluh Agama Islam nonPNS dalam lingkup Kanwil Kemenag Prov. Sultra tahun 2015. 

Seluruh calon penyuluh wajib mengikuti seluruh regulasi dan persyaratan yang telah ditetapkan. Antara lain; minimal berijazah SLTA atau sederajat, dapat membaca dan menulis Al-Qur’an dengan baik, memiliki pengetahuan dan pemahaman yang memadai tentang ajaran Agama Islam, dan mencerminkan perilaku akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.

“Dengan adanya regulasi dan mekanisme tersebut, kami berharap agar para Penyuluh Agama nonPNS lingkup Kemenag Muna dapat menjalankan tugasnya dan dapat memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat pada bidang agama dan keagamaan di Kab. Muna, baik sekarang maupun di masa yang akan datang,” kunci Safluddin. (La Ode Abdul Syukur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *