Semangat Kebhinekaan Rio Silaen

Rio Silaen dan Koes Hendratmo
Rio Silaen dan Koes Hendratmo

 KENDATI  kesehariannya kian dijejali kesibukan nyanyi dan  mengelola Sekolah Performing Arts – Voice of Indoneia (VoI)  di kawasan Jakarta Selatan, Rio Silaen (34 th 10 bln), terus konsisten memanggungkan teater musikal kolosal  “Opera Batak” – terutama di manca negara.

“Kebetulan VoI yang berdiri sekitar tiga tahun silam memberikan pengajaran dibidang Vokal, Tari, Seni Peran dan beberapa kali dipercaya ikut misi kebudayaan  ke luar negeri. Jadi, kesempatan mempromosikan budaya Indonesia dan semangat Kebhinekaan dalam bermusik saya manfaatkan pula untuk mempromosikan budaya Batak dengan terus memanggungkan Opera Batak baik di Jakarta maupun mancanegara,” papar Rio Silaen kepada RB.Com  di markas  baru VoI Jl. Cikatomas I /22 – Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Ditemui selepas peluncuran dobel album VoI – The Christmas dan Indonesiaku –  album tibute by Rio Silaen kepada sejumlah musisi besar Indonesia seperti Chrisye, Eros Djarot, Ismail Marzuki, Yockie SP –  pria berdarah Batak kelahiran Jakarta, 24 Januari 1979 ini menambahkan, semangatnya untuk memanggungkan Opera Batak yang disutradarainya ke manca negara kian menggebu dipicu kenyataan kesenian teater rakyat dengan musik pengiring Uning-uningan atau seperangkat alat musik tradisional Batak  terdiri dari Serunai, Kecapi, Seruling, Garantung, Odap dan Hesek dengan panggung menyerupai rumah adat diberi ukiran  khas Gorga, belakangan mulai menghilang.di desa-desa Sumatera Utara.

Rio Silaen dan kelompok VoI Asuhannya.
Rio Silaen dan kelompok VoI Asuhannya.

“Sedangkan  ketika Opera Batak kami panggungkan di Sydney Australia pada Maret – April 2011 mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat setempat maupun orang Batak di perantauan. Berdasarkan kenyataan membanggakan itu,  suguhan teater musikal yang unik, modern dan kontemporer – tapi tak menghilangakan unsur tradisional Batak inilah bakal kembali di tampilkan VoI  dalam  lawatan budaya di Esplanade – Waterfront Theater – Singapura, 22 – 23 Desember 2013 nanti,” ujar Rio Silaen yang bersama deretan penyanyi bertalenta Voice of Indonesia juga  siap memanjakan telinga penikmat musik pop lewat album “Indonesiaku” bermaterikan lagu  sentimental Juwita Malam, Indonesia Pusaka serta lagu gembira Pesta dan Sabda Alam.

Tentang visi dan misi Rio Silaen dan VoI membawa Indonesia ke tingkat global, penyanyi dan pembawa acara kawakan – Koes Hendratmo (70 th) memberi pujian khusus. “Selain berdedikasi tinggi terus mempromosikan budaya Indonesia ke manca negara, Rio Silaen dalam kiprah bermusiknya dengan kelompok VoI selalu mengusung semangat Kebhinekaan. Terbukti, kalau menjelang Natalan seperti sekarang ini mereka membawakan lagu Natal. Sedangkan, jelang lebaran mereka menyuguhkan lagu-lagu Bimbo dan tembang Islami lainnya,” puji Koes Hendratmo. * (naskah dan foto – ata)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *