Serial Abad Kejayaan Aman Ditonton Orang Dewasa

Komisioner-KPI-Dandang-Kiri-dan-Al-Zastrouw-dari-PBNU-Kanan.
Komisioner-KPI-Dandang-Kiri-dan-Al-Zastrouw-dari-PBNU-Kanan.

SEMPAT diprotes sejumlah kalangan bahkan ada pihak yang meminta serial Abad Kejayaan – sebelumnya berjudul King Sulaeman  tayangan Antv dihentikan lantaran dianggap merupakan provokasi zionis Barat dan penampilan pemeran wanitanya pada tiga episode awal  dianggap terlalu vulgar, drama fiksi dengan latar belakang sejarah ini  kini aman ditonton orang Dewasa.  Hal tersebut diungkapkan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Danang Sangga Buwana  di  markas PBNU Jl. Kramat Raya Jakarta Pusat, akhir pekan lalu.

“Setelah kami lakukan pengkajian berdasarkan 2.788 aduan masyarkat yang masuk,  KPI. Melayangkan sanksi administratif beruapa teguran  tertulis pertama kepada Antv lantaran pada tiga episode awal, kevulgarannya. Tapi, setelah dilakukan perbaikan seperti sensor lebih ketat, mengurangi adegan-adegan eksplorasi kesultanan Sulaeman dan pemeran wanita serta yang tak kalah penting perobahan jadawal penayangannya diundur mulai pukul 22.00 wib malam, jadi serial fiksi Abad Kejayaan aman ditonton orang dewasa,” papar Danang dalam “Diskusi Budaya, Film Abad  Kejayaan: Antara Fiksi, Sejarah, dan Agama” di Jakarta, Jumat petang lalu.

Selain Komisioner KPI, diskusi juga menampilkan pembicara  lain dari PBNU yakni KH. Masdar Farid Mas’udi (Rais Suiriah – Pakar Fiqih) dan Al Zastrouw Ngatwi – Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) PBNU.

Menurut Danang, untuk merespon banyaknya pengaduan masyarakat yang sebagian besar dikirim via e-mail, KPI melakukan koordinasi dengan MUI, Lembaga Sensor Film, Sejarawan Islam, Perwakilan Masayarakat dan pihak Antv. “Dari koordinasi dan kajian, kami melayangkan teguran tertulis pertama kepada pihak antv agar memperbaiki beberapa aspek tayangan yang jadi keberatan masyarakat. Alhasil, mulai episode empat hingga kini, tampilan  Abad Kejayaan kian sopan sesuai norma berlaku di masyarakat hingga aman ditonton orang dewasa. Apalagi, mulai episode 24 – Kamis (21/1),  guna mencerahkan dan meluruskan perbedaan persepsi pemirsa – pada filler penutup serial fiksi  ditampilkan kupasan sederhana mengenai nilai-nilai menarik setiap episode yang disampaikan ulama dari Lembaga Dakwah Nahdatul Ulama,” ungkapnya.

Terlalu Berlebihan

Sementara  Dr. Al Zastrow Ngatawi, M.Si. dari Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) PBNU menilai, permintaan beberapa kelompok Islam agar penayangan drama fiksi serial Abad Kejayaan  dihentikan, terlalu berlebihan.Hal ini justru dapat menimbulkan kesan segatif pada citra umat Islam di tanah air. “Kita tidak bisa menghadapi ini secara emosional, apalagi menekan dengan menggunakan intimidasi atau kekuatan massa. Alih-alih bisa mengembalikan citra Islam sebagai agama suci, tapi justru bisa jadi pembuktian bahwa umat Islam itu cengeng, mudah marah, tidak kreatif, dan gampang tersinggung,” tutur Zastrow, sosiolog dan budayawan yang mantan ajudan pribadi Almarhum Gus Dur itu. *(naskah dan foto – ata)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *