Shandy Aulia Tak Ingin Terjebak

Shandy Aulia
Shandy Aulia

KENDATI film horor dibintanginya – Rumah Kentang, 308 dan Mall Klender sukses menyedot ratusan ribu penonton dan dirinya terlanjur dinobatkan sebagai Ratu Horor rumah produksi Hitsmaker Studios, Shandy Aulia (27 th 4 bln) tak ingin terjebak bermain terus-menerus dalam satu genre film.

“Walau dari segi komersil sangat menjanjikan, tapi saya ogah terjebak dan terlena terus- menerus main film genre horor. Sebab, hal itu juga berpotensi menghambat keinginan saya menjadi aktris serba-bisa. Karenanya, setelah terlibat dalam film Rumah Gurita – horror romantic segera diputar digedung bioskop tanah air, saya juga sudah merampungkan syuting film drama percintaan seperti – debut awal saya di layar lebar,” papar Shandy Aulia kepada RB.Com jelang preview film Rumah Gurita di XXI Plaza Indonesia – Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Menurut  aktris serba-bisa berdarah campuran Palembang – Manado kelahiran Jakarta, 23 Juni 1987 ini, dirinya terkesan keasyikan main film horor lantaran empat film besutan sutradara Jose Purnomo, perannya tak monoton serta selalu memberi tantangan baru. “Selain itu, saya terpaanggil untuk menciptakan paradigma baru bahwa film horor bukan film murahan. Terbukti, kalau digarap serius dan didukung kisah urban legend yang populer di masyarakat, film besutan Jose Purnomo yang saya bintangi punya kualitas dan tak kalah gengsi dengan film horor Hollywood. Buktinya, mampu menyedot ratusan ribu penonton ke bioskop,” tandas Shandy – pemeran tokoh Selina dalam film Rumah Gurita (RG) yang mulai  diputar di bioskop menyambut perayaan Halloween, 30 Oktober 2014 mendatang.

 

Shandy Aulia dan Boy William di film Rumah Gurita.
Shandy Aulia dan Boy William di film Rumah Gurita.

Film RG produksi terbaru Hitsmaker Studios antara lain juga dibintangi Boy Wiliam (Rio), bernarasi tentang Selina  sejak lahir sudah memiliki kemampuan melihat hal-hal gaib. Ia pun merasa tertekan bahkan ketakutan lantaran  indra keenamnya justru membuatnya sering dipandang aneh dan dikucilkan lingkungan.

Hingga akhirnya, sang kakak angkat dan kakak iparnya memutuskan  memindahkannya ke Bandung. Selina tinggal di rumah mewah tapi angker – warisan keluarga yang di atapnya bertengger patung Gurita raksasa. Banyak kejadian horor sejak ia tinggal di rumah bernomor 666 – milik orangtuanya yang ternyata pemuja setan.  Beruntunglah, Selina berkenalan dengan Rio – tetangga belakang rumah juga punya indera keenam. Keduanya bahu-membahu, mengusir mahluk halus penguasa rumah Gurita dan menyanderanya dalam sebuah botol.  “Cerita film RG dijamin  membuat bulu kuduk penonton berdiri. Memang banyak versi yang menceritakan tentang Rumah Gurita di Bandung. Tapi, cerita paling berkembang di masyarakat tentunya yang kami  racik dan kami angkat ke layar bioskop,” ujar Jose Purnomo, sang sutradara * (naskah dan foto – ata)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *