Sinjai Tertinggal Disebabkan PAD Kecil

Ir. Drs. Hamka, MT
Ir. Drs. Hamka, MT

Kabupaten Sinjai dibanding  kabupaten lainnyadi Sulsel, masih agak tertinggal, salah satu penyebab, kecilnya sumber pendapatan masyarakat sehingga berdampak terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).  Tahun 2013 target PAD sebesar 20 Milyar, kemungkinan realisasi  hanya mencapai 15 Milyar. Sangat menyedihkan apabila PAD tersebut diabandingkan dengan Kabupaten Bone misalnya yang mencapai 100 Milyar per tahun. Demikian ditegaskan salah seorang warga Sinjai, Ir. Drs. Hamka, MT, Selasa 26 Nopember 2013 di Sinjai.Menggenjot peningkatan PAD Sinjai, pemkab perlu membuat terobosan yang secara sistematis semua aspek mendukung,  sehingga terobosan tersebut bisa dilaksanakan. Disisi lain sinergitas pemerintah provinsi dan pusat  sangat diperlukan  memberi dorongan dan stimulan sehingga terobosan dimaksud bisa terlaksana.

Konsep pengwilayahan komoditi dicanangkan mantan Gubernur Sulsel Ahmad Amiruddin, seyogyanya juga tepat  diaplikasikan di suatu daerah,  sentra industri apa yang cocok dikembangkan disuatu daerah  yang dapat mengangkat pertumbuhan ekonomi masyarakat dan peningkatan PAD, tandas alumni IKIP Ujung Pandang ini.

Peningkatan PAD suatu daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten yang bersangkutan,  tetapi juga menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi dan pusat. Pembangunan bandara di Kabupaten Sinjai misalnya diperlukan dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat   menjadi penggerak utama (prime mover) bagaimana bandar udara tersebut bisa terealisasi, ungkap alumni sarjana tehnik geologi UNHAS ini.

Tinjauan berbagai aspek ada beberapa keuntungan dan manfaat apabila pembangunan bandara dan peti kemas di Kabupaten Sinjai dapat dilaksanakan, disamping secara pasti akan meningkatkan PAD antara lain:

Sebagai bandara udara dan pelabuhan peti kemas alternatif selain Makassar. Akan berdampak terhadap pengurangan kemacetan di Makassar, pertumbuhan jumlah kendaraan yang saat ini mencapai kurang lebih 12% per tahun, pada kurun waktu lima tahun kedepan maka kemacetan di Makassar akan semakin parah sementara penambahan ruas jalan yang sangat kecil.

Demikian pula ekspor impor barang yang frekuensinya semakin tinggi sehingga akan menambah keruwetan pengguna jalan di Makassar. Oleh sebab itu maka pemerintah provinsi seharusnya segera mengambil sikap untuk pembangunan bandara dan peti kemas alternatif di Sulsel diluar Makassar. Obyeknya adalah masyarakat yang ada di Sulawesi Selatan bagian Timur seperti Bulukumba, Bantaeng, Bone, Soppeng dan seterusnya atas dukungan pemerintah Provinsi sebagai regulator apabila berpergian keluar daerah agar menggunakan fasilitas bandara yang ada di Kabupaten Sinjai, sehingga masyarakat yang tadinya bertumpuk di Makassar sebagian ke Sinjai oleh karena sudah tersedianya bandara di Kabupaten Sinjai,tandas magister tehnik PPs-UNHAS ini.

Membuka keterisolasian di daerah. Kabupaten Sinjai dan sekitarnya masih tergolong terisolir karena jarak tempuh yang menghabiskan waktu 4,5 – 6 jam untuk mencapai lokasi disisi lain, akan memperbesar kemungkinan pengiriman dan pemsukan barang dari dan ke luar daerah seperti pulau Jawa dan sekitarnya. Pengiriman barang saja dari Sinjai ke pulau Jawa misalnya dengan menggunakan kontainer 20 ft menghabiskan biaya sebesar kurang lebih 20 juta tentu saja sangat mahal sehingga sangat mendukung apabila pembangunan pelabuhan peti kemas di Larearea dapat direalisasikan.

Mendukung pengembangan kepariwisataan di Sulawesi Selatan bagian Timur. Sebagaimana kita ketahui bahwa potensi pariwisata di Kabupaten Sinjai, Bone, Soppeng, Bulukmba, dan Bantaeng tidak kalah menariknya dengan lokasi pariwisata di daerah lain, sebut saja pantai Bira di Bulukumba, pantai Pulau Sembilan  di Kabupaten Sinjai, dan seterusnya sangat menarik, namun menjadi kurang menarik karena minimnya pengunjung,  terutama dari mancanegara disisi lain apabila bandara tersebut terealisasi maka akses keluar masuknya wisatawan mancanegara khususnya sehingga daerah lain yang ada disekitarnya akan termotivasi mengembangkan kepariwisataanya.

Meningkatkan PAD Sinjai termasuk daerah lain yang ada disekitarnya, maka terobosan pembangunan bandara udara Bulupoddo dan Peti Kemas Larearea harus diwujudkan, sekali lagi pemerintah provinsi menjadi penggerak utama disamping menjadi regulator menempatkan pembangunan bandara alternatif di Sinjai disisi lain pemerintah kota Makassar juga harus legowo memberikan kesempatan kepada  Pemkab  Sinjai,  untuk sekedar pemerataan peningkatan pembangunan ekonomi dan peningkatan PAD, kunci alumni SMA Negeri 277 Sinjai ini.(ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *