Siti Liza Menuju Serba-bisa

 Siti Liza

Siti Liza

BANYAK insan musik boleh saja memprediksi karir Siti Liza (25 th) tak langgeng atau hanya seumur jagung lantaran diawal kiprahnya mengekor habis   diva Malaysia – Siti Nurhaliza.  Tapi, seiring perjalanan waktu dan tempaan keras panggung hiburan live dan industri rekaman, biduan cantik kelahiran Padang – Sumatera Barat 1998 ini,  belakangan kian eksis dan berkibar  serta mulai unjuk kemampuan serba-bisanya lewat singgel kelima bernuansa Slop Pop bertajuk  Cinta Hidupku.

“Walau karir nyanyi saya diprediksi serba negative, saya tak pernah berkecil hati sedikit pun.  Hal itu justru melecut semangat saya untuk menjawab keraguan dengan karya nyata. Yakni terus melansir singgel dalam beragam genre musik. Alhasil, selain bisa terus eksis dan berkibar  di blantika musik nasional – saya pun secara step by step  mulai menuju  obsesi lama menjadi penyanyi serba-bisa,”  papar Siti Liza kepada RB.Com di markas label Talenta Indonesia di Jakarta, baru-baru ini.

Siti Liza2Diungkapkan biduan bernama asli Resliliza yang pada malam menyongsong tahun baru 2014 lalu menjadi buah bibir publik ibukota  lewat aksi panggung memukau baik sebagai solois  maupun berduet  dengan Ian Kasela – vokalis Raja  band di  Jakarta Night Festival (JNF) – Bunderan  HI, keputusannya mengekor habis biduanita idolanya – Siti Nurhaliza baik dari sisi genre musik, tampilan wajah dan olah vokal hingga nama yang dkondisikan serba mirip, memang sangat beresiko.

“Untungnya, berkat kerja keras tanpa lelah, saya pun  mulai menemukan jati diri dalam bernyanyi dan  kini mulai lepas dari bayangan nama besar sang Diva asal Malaysia. Toh, saya berani memikul resiko berat diawal karir dengan mengekor habis Siti Nurhaliza dengan perhitungan serta keyakinan penuh bahwa pada dasarnya Tuhan YME memberi  anugerah luar biasa kepada setiap penyanyi  lewat karakter vokal dan penampilan yang berbeda satu sama lainnya,”  tutur Liza – demikian sapaan akrab biduanita jebolan kuliah InterStudi Jakarta yang mengaku beruntung mendapat arahan dan bimbingan super tepat dari label Talenta Indonesia dalam memulai debut profesional.

“Hasil kongkritnya,  saya kini berada di jalur musik yang tepat dan menuju penyanyi berkualifikasi serba-bisa,” ujar pemilik lima singgel album  warna-warni – Dua Hati (Melayu), Cintaku Istimewa (pop Melayu), Jangan oh Jangan (pop dangdut),  Engkau yang Sempurna. (religi) dan tergres Cinta Hidupku (slow pop).

Menyinggung geliat terkininya merambah jalur Slow Pop, Liza  kontan  menunjuk lirik Cinta Hidupku yang romantis dan berkisah tentang seseorang yang sangat mencintai pasangannya. “Lirik lagu yang saya tulis sendiri dan dimatangkan pencipta lagu Arnold – produser Talenta Indonesia serta aransmen  musik pengiring digarap musisi Ade Govinda, memang lebih klop kalau disuguhkan dengan genre Slow Pop. Dan sejalan dengan keinginan  lebih  mengoptimalkan potensi berolah-vokal,   pada singgel berikutnya saya akan suguhkan dalam nuansa Jazz,” tekad  Siti Liza yang berpotensi kian mengorbit lantaran singgel terbarunya itu bakal diputar serentak pada 300  radio seluruh Indonesia  termasuk di Sulawesi Selatan  pada 20 Januari 2014 nanti. (naskah dan foto – ata)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *