SNI Tameng Melindungi Pasar Domestik

logo sniJakarta (rakyatbersatu.com) – Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) segera dijalani dengan menghitung 70 hari lagi. Era itu  menciptakan pasar dan basis produksi tunggal. MEA ibarat arena kompetisi penentuan, apakah jadi pemenang atau hanya penonton di negeri sendiri.

Salah satu senjata berkompetisi di MEA,  adalah Standar Nasional Indonesia (SNI). Selain sebagai tameng, melindungi pasar domestik, SNI juga penguat daya saing produk nasional. Demikian ditegaskan  Kepala Bagian Humas BSN, Titin Resmiatin, sesuai dengan rilis yang dikirim ke media massa, Jumat 30 Oktober 2015.

Hal ini sejalan   visi, misi, dan program aksi Presiden Jokowi (program aksi no.15), yaitu Berdikari dalam Bidang Ekonomi dengan komitmen mengembangkan kapasitas perdagangan nasional, diantaranya dengan Implementasi dan pengembangan Standar Nasional Indonesia (SNI) secara konsisten untuk mendorong daya saing produk nasional dalam rangka penguasaan pasar domestik dan penetrasi pasar internasional serta melindungi pasar domestik dari barang-barang berstandar rendah, katanya.

SNI hasil konsensus nasional  melibatkan para pakar di bidangnya, pelaku usaha/industri, konsumen dan pemerintah. SNI selalu dikaji ulang setiap 5 tahun sekali,  menjaga kesesuaiannya dengan perkembangan iptek dan kebutuhan pasar. Penerapan SNI pada dasarnya bersifat sukarela.

“Suatu produk yang sudah memenuhi SNI mempunyai keunggulan atau nilai tambah dibanding produk yang tidak memenuhi SNI, tegas Titin Resmiatin.

Tanda SNI pada produk akan meningkatkan kepercayaan konsumen akan kualitas atau keamanan produk tersebut. Pemerintah mendorong pelaku usaha  yang dengan sadar menerapkan SNI meskipun tidak ada regulasi dari pemerintah.

Beberapa SNI  diberlakukan secara wajib oleh pemerintah karena alasan melindungi kepentingan umum, keamanan negara, perkembangan ekonomi nasional, dan pelestarian fungsi lingkungan hidup. Apabila SNI untuk produk tertentu telah diwajibkan, maka semua produk yang diperdagangkan di wilayah NKRI, baik lokal maupun impor wajib memenuhi persyaratan SNI.

Apabila tidak menerapkannya dapat dikategorikan sebagai tindakan melawan hukum sehingga aparat hukum wajib untuk menindaknya sesuai dengan Peraturan dan Perundang-undangan yang berlaku, tandasnya.

Daftar produk yang wajib memenuhi SNI ada di link web Badan Standardisasi Nasional. Di http://www.bsn.go.id/main/berita/berita_det/6741/DAFTAR-PRODUK-YANG-WAJIB-MEMENUHI-SNI#.VjHXgG754Zw

“Diluar daftar tersebut, aparat hukum dan pemerintah tidak diperkenankan untuk melakukan penindakan penertiban atau penyitaan dengan alasan belum memenuhi SNI,” ungkapnya.(yaya/r)

 

 

 

 

 

.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *