Soal Kampung Narkoba di Makassar: Stigma itu Menyakitkan Warga Sapiria

Dosen Fisip Universitas Sawerigading Makassar, Moh Yahya Mustafa (kiri) jalan bersama Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dan Rektor Universitas Islam Makassar, Dr Hj Andi Majdah M Zain Agus AN (foto:humas kopertis ix)
Dosen Fisip Universitas Sawerigading Makassar, Moh Yahya Mustafa (kiri) jalan bersama Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dan Rektor Universitas Islam Makassar, Dr Hj Andi Majdah M Zain Agus AN (foto:humas kopertis ix)

Makassar (rakyatbersatu.com) -Pasca dibekuknya sejumlah pemuda dalam aksi penggebekan di Kampung Sapiria, Kelurahan Lembo Kecamatan Tallo, Rabu 2 September 2015 memunculkan stigma yang menyebut  Sapiria sebagai kampung narkoba di Makassar.

Moh Yahya Mustafa, Dosen Fisip Universitas Sawerigading Makassar, menilai  stigma tersebut keterlaluan. “Tidak satupun pihak yang bebas memunculkan stiqma tersebut, tanpa fakta dan data yang akurat. Dampaknya sangat riskan, baik secara psikologis maupun sosial,” tandas Yahya Mustafa, Jumat 4 September 2015.

‘’Seharusnya media massa dalam melaporkan fakta dan realitas yang terjadi di lapangan,  tidak serta merta mencap hadirnya kampung narkoba di Makassar. Fakta dan realitas itu diuraikan apa adanya,  tanpa harus memberitakan secara berlebihan,” kata humas Lembaga Anti Narkoba dan HIV/AIDS Universitas Sawerigading (Lanha UNSA) ini.     

Mahasiswa S3 Sosiologi PPs-UNM ini menilai terlalu dini menstigma seperti itu. Karena pihak berwajib saat ini masih terus mengembangkan kasus tersebut. Apresiasi juga diberikan kepada pihak berwajib yang berhasil menggulung sindikat narkoba itu. 

 ” Sepertinya warga Sapiria sudah diberi sanksi sosial yang menyakitkan hati karena stigma itu ‘’.

Magister komunikasi PPs-Unhas ini  mengharapkan semua pihak menahan diri menyebar  stigma “kampung narkoba”. ” Apa jadinya jika ternyata hanya segelintir orang saja yang terbukti sebagai tersangka dalam  kasus narkoba itu, sementara stigma tersebut sudah mendunia,” urainya.

Diakui mantan wartawan Harian Pedoman Rakyat Makassar ini, kasus narkoba di wilayah Sulsel sudah dalam ambang mengkhawatirkan. Diperlukan upaya dan kerja keras semua pihak agar permasalahan yang bisa merenggut jiwa dan masa depan generasi muda kita ini,  bisa teratasi secara baik, tidak menimbulkan persoalan baru yang tidak perlu terjadi, seperti munculnya stigma berlebihan itu.

Sebelumnya, Basdir, anggota DPRD Makassar dari dapil Tallo, Ujungtanah, Bontoala dan Wajo ini menilai stigma yang mencuat diberbagai media cetak maupun online itu sangat berlebihan

Label yang langsung menohok itu, kata Basdir sepertinya sudah menggeneralisasi warga Kampung Sapria mengkonsumsi dan pengedar narkoba, padahal belum tentu demikian.Basdir sangat menyesalkan stigma kampung narkoba tersebut. Dia membayangkan dampak psikologis yang luar biasa bagi warga yang bermukim di sana, terutama anak-anak, remaja dan pemudanya. “Kasihan warga di sana, karena stigma itu, ” sesalnya.(yd/bbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *