STIA Al-Gazali Makassar Laksanakan Dialog Kebangsaan

dialogSekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Al-Gazali Makassar bekerjasama Komisi Penyelenggara Pemilihan umum (KPU) Provinsi Sulsel dan RRI Makassar melaksanakan dialog kebangsaan di Kampus STIA Al Gazali Makassar Jl Perintis Kemerdekaan Km 13 Makassar, Kamis 28 November 2013.

Acara yang diikuti mahasiswa ini mengambil tema “Pemahaman Pemilu dalan Demokrasi bagi Pemilih Pemula di Perguruan Tinggi,” disiarkan langsung RRI melalui programa satu (1) Gel, AM 476,19 meter, 630 KHz, Sw 31,41 meter dan FM 94,4 M. Turut dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan LEA, L.Amir Bachtiar Anwar, SH, MH, Rektor STIA Al-Gazali Makassar, Dr Hj Rosmawaty N. Bakhriar, serta para dosen dan staf STIA Al-Gazali Makassar.

Dialog Kebangsaan ini menampilkan empat narasumber dari kalangan akademisi dan KPU Sulsel, yakni Prof Dr H Burhanuddin Arafah, M.HUM, Ph.D, Faizal Amir, SE, MM (KPU Provinsi Sulsel), Dr Delly Mustafa (Akademisi), serta L. Amir Bachtiar Anwar, SH, MH.

Ketua Yayasan Pendidikan LEA Makassar L. Amir Bachtiar Anwar yang juga menjadi narasumber dalam dialog kebangsaan ini mengatakan bahwa dialog ini sangat penting untuk memberikan pemahaman bagi mahasiswa tentang pentingnya pemilu. Sebab ada kekhawatiran bahwa pada pemilu 2014, diperkirakan cukup banyak wajib pilih tidak ikut mencoblos (golput). Sementara prosentase tertinggi wajib pilih di Indonesia ini ada bagi pemilih pemula, khususnya mahasiswa.

Menurut guru senior Fakultas Hukum Unhas ini menganggap sosialisasi bagi pemilih pemula di perguruan tinggi ini sangat penting untuk memberikan pemahaman. Sebab bisa jadi masih ada pemilih pemula yang memahami benar, kalau pemilu itu sangat dibutuhkan dalam menentukan pemimpin bangsa. Hal senada juga disampaikan Faizal Amir dari KPU Sulsel, bahwa pemilu 2014 adalah momentum yang sangat menentukan calon-calon pemimpin bangsa masa depan. Oleh karena itu, menurut mantan ketua KPU Takalar ini meminta kepada mahasiswa untuk ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi April 2014 tahun depan. “Pilihan anda sangat menentukan masa depan bangsa kita yang lebih baik,”harap Faizal Amir.

Dalam dialog tersebut banyak juga disoroti tentang daftar pemilih tetap. Disebutkan sampai saat ini masih banyak warga negara yang masih belum tercantum namanya dalam DPT. Menurut Faizal Amir, penetapan DPT ini hanya untuk memastikan orang itu datang memilih. Tetapi jika ada warga Negara yang belum terdaftar di DPT masih dimungkinkan bisa ikut memilih dimana yang bersangkutan bisa masuk dalam daftar pemilih khusus. Tapi itu dilaporkan 14 hari sebelum pemungutan suara.

Masalah dihadapi di KPU cukup komplek, tidak semudah dibayangkan banyak orang, seperti masalah pemilih ganda. Ada beberapa temuan satu orang memiliki beberapa KTP dan terdaftar sebagai pemelih tetap dibeberapa tempat. Soal lainnya masih banyak warga yang tidak memiliki identitas diri, ini juga yang kadang-kadang menyulitkan KPU, belum lagi yang golput. Ini semua masalah yang sekarang ini banyak dihadapi KPU. Tapi untuk meminimalisir masalah yang mungkin terjadi pihaknya akan terus menerus melakukan kegiatan sosialisasi diantaranya kerjasama dengan perguruan tinggi seperti yang sekarang ini dilaksanakan kerjasama dengan STIA Al-Gazali Makassar.

Delly Mustafa, mengatakan, pemahaman masyarakat kampus dengan masyarakat biasa tentang demokrasi tentu beda. Dunia kampus tentu lebih memahaminya ilmu politik itu lebih berorientasi kepada kekuasaan, sementara masyarakat biasa yang tidak memiliki pemahaman akademisi sedikitpun mungkin pemahamannya beda, boleh jadi ada yang melihat demokrasi itu uang.

Sekarang ini banyak masyarakat memahami kalau pemilu momentum untuk bisa mendapatkan uang banyak. Ada uang datang memilih tidak ada uang golput. Inilah menurut Delly pentingnya sosialisasi terus dilakukan tidak hanya dikalangan kampus tapi juga di masyarakat. Menurut Delly tidak hanya KPU yang aktif melakukan sosialisasi tapi juga partai politik juga bertanggungjawab untuk ikut melakukan sosialisasi.(ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *