STIKES Bakti Nusantara Gorontalo Gelar Lomba Bercerita

Ketua Dewan Pembina Yayasan Bakti Nusantara Gorontalo Bapak H. Sjafrudin Mosii, SE, MM, menyerahkan hadian kepada para pemenang lomba bercerita bahasa Gorontalo.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Bakti Nusantara Gorontalo Bapak H. Sjafrudin Mosii, SE, MM, menyerahkan hadian kepada para pemenang lomba bercerita bahasa Gorontalo.

Gorontalo.RBC.– STIKES Bakti Nusantara Gorontalo  menggelar  lomba bercerita dalam bahasa Gorontalo, “Mo Hungguli”,  tingkat SLTA se– Provinsi Gorontalo. Acara pembukaan pada Minggu (15/2) dan berakhir   Senin (16/2). Kegiatan ini  diikuti 23 utusan SMA/SMK/MA.Mo Hungguli adalah bahasa Gorontalo yang artinya bercerita mulai dari cerita rakyat, sejarah, perjuangan  dan lain-lain. Demikian ditegaskan Ketua STIKES Bakti Nusantara Gorontalo Drs. Djoko Sutopo, M, Rabu 18 Pebruari 2015.

      Acara diselenggarakan STIKES Bakti Nusantara Gorontalo didukung  Yayasan bakti Nusanatara Gorontalo dan KKIG (Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo), bertepatan peringatan Hari Patriotik 23 Januari dan Hari Ulang Tahun Provinsi Gorontal 12 Februari2015, katanya.

    Kegiatan ini adalah momen penting  dihubungkan peringatan Hari Bahasa Ibu sedunia dengan cara menggali kembali, mengenalkan bahasa ibu kepada para remaja yang ada di Gorontalo melalui lomba bercerita dalam bahasa Gorontalo. Era globalisasi dan modernisasi ini, berbicara bahasa daerah yang umumnya merupakan bahasa ibu, boleh jadi bukan sesuatu yang menarik dan menantang, tandasnya.

   Kita tak perlu terkejut akan hal ini karena kenyataan menunjukkan bahwa pamor bahasa daerah termasuk bahasa Gorontalo sudah kalah (jauh) dibandingkan dengan bahasa nasional, bahasa Indonesia; apalagi dengan penggunanaan bahasa Inggris.

  Namun dari sudut pandang budaya, orang yang (masih) mencintai budaya bangsanya akan sedih dan menangis dalam hati memikirkan nasib bahasa Gorontalo yang pada umumnya tak kunjung mengalami perbaikan dan kemajuan, malah makin tersudut dalam percaturan kebahasaan di dunia global ini, tegasnya.

Acara  dihadiri  Gubernur Provinsi Gorontalo diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan  serta Walikota Gorontal  diwakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Gorontalo, Ketua Yayasan Bakti Nusantara Gorontalo Ibu Ha. Yetty lamadlauw, S.Pd, BN, M.BA, M.Pd, serta dibuka oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Bakti Nusantara Gorontalo Bapak H. Sjafrudin Mosii, SE, MM.

 Dalam sambutannya mengatakan, kegiatan bertujuan melestarikan penggunaan bahasa daerah khususnya Gorontalo.menyalurkan bakat siswa melalui penggunaan bahasa daerah serta Ssebagai alat pemersatu menuju kebhineka tunggal ika ika dansarana mensosialisasikan  STIKES Bakti Nusantara Gorontalo kepada Sekolah-sekolah SMA/SMK/MA di Provinsi Gorontalo.

       Dewan juri yang berasal dari akademisi, tokoh masyarakat dan ahli bahasa menetapkan  pemenang lomba “Mo Hungguli” adalah : Juara I , Rusdiyanto Mootalu  utusan SMA N 1 Buntulia. Juara II,  Sri Yanti J. Salimo        utusan SMA N 1 Gorontalo Utara. Juara III Jain Jamadi Utusan SMK 5 Kota Gorontalo.

        Hadiah tambahan juara 1, 2, dan 3  diberikan Tiket Pesawat Pulang Pergi ke Jakarta dan akan kembali perform pada acara KKIG yang akan dihadiri sebanyak 5000 orang Gorontalo yang berada di Jakarta, kata Sjafrudin Mosii,  sebagai hadiah tambahannya. (ferdy lomenta/yahya)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *