STIKES Mitra Husada Makassar Segera Hadir

Pegelola kampus STIKES Mitra Husada foto bersama dengan Kordinaor Kopertis IX Sulawesi Prof.Dr.Andi Niartiningsih, MP usai pemaparan rencana pendirian kampus baru
Pegelola kampus STIKES Mitra Husada foto bersama dengan Kordinaor Kopertis IX Sulawesi Prof.Dr.Andi Niartiningsih, MP usai pemaparan rencana pendirian kampus baru

Makassar.RBC. Kampus baru Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Mitra Husada, bakal segera hadir di Makassar. Pengelolah kampus, Kamis 22 Januari 2015, memaparkan rencana pendirian di hadapan Kordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof.Dr.Andi Niartiningsih, MP dan Sekpel Kopertis IX Sulawesi, Dr.Suwignyo, MM, di ruang rapat Kordinator Kopertis IX.

         Pihak pengelola STIKES Mitra Husada hadir langsung, Ketua Yayasan Pendidikan Mitra Husada, Dr.Arlin Adam, M.Si; Dewan Pembina Yayasan, Prof.Dr.Andi Agustang, M.Si; Ketua STIKES Mitra Husada, Adam Badwi, SKM, MM, Puket I,II,III da IV yakni; Zainuddin, SKM; Munadir Ado, S.Pd,M.Pd; Andi Alim, SKM, M.Kes, Aswar, SKM, MM, Kaprodi, Abd Gafar, SKM.

         Ketua STIKES Mitra Husada dalam pemaparannya mengatakan, kampus dibuka karena tuntutan keterbatasan kompetensi tenaga kesehatan tidak sebanding dengan rasio kebutuhan tenaga kesehatan secara proporsional. Tenaga kesehatan farmasi untuk mencapai Indonesia Sehat 2010 butuh 10 orang untuk sensus rasio penduduk 100.000, tetapi realitasnya tahun 2012 hanya 0,91 orang, tandas Adam.

         Prodi yang akan dibuka rencana awal, farmasi dan kesehatan masyarakat , Mengingat moratorium sehingga yang jadi diusulkan, farmasi S1 Gizi dan D3 Hiperkes. Syarat sumber daya dosen sudah terpenuhi, termasuk laboratorium dan perpustakaan, ungkap Adam yang juga mahasiswa S3 Sosiologi Kesehatan PPs-UNM ini.

        Ketua Yayasan, Arlin Adam menambahkan, prodi yang dibuka memiliki ciri khas membedaka kampus lainnya. Farmasi pembelajaran non klinik mengembagkan herbal dan tanaman obat yang sangat banyak ditemukan di lingkungan sekitar, tandas salah seorang staf ahli penanggulananga HIV/AID Sulsel ini.

       Dewan Pembina Yayasan, Prof.Andi Agustang, M.Si kesempatan itu, mengemukakan kampus dibuka betul-betul bertekad mencetak sumber daya manusia berkualitas di bidang kesehatan. Pengelola kampus tidak ada berlatar belakang pedagang, tandasnya.

       Kordinator Kopertis IX Sulawesi, Andi Niartiningsih, merespon positif dan menekankan pegelola memperkuat ciri khas farmasi pembelajaran non klinis. Nama kampus sudah tidak asing lagi. Ciri khas itu kemudian menjadi ikon atau brand kampus. Pegelola harus memperhatikan syarat mendirikan kampus termasuk, standar penjaminan mutu, lahan kampus seluas 7100 M, serta laboratorium dan perpustakaan yang lengkap dan siap  pakai. Sekpel Kopertis IX, Suwigyo, menilai pemaparan rencana pendirian kampus termasuk, luar biasa dengan data dan fakta apa adanya.  (ym/rbc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *