Sucofindo Diminta Kawal Pengembangan Industri Bantaeng

Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah (ist)
Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah (ist)

Bantaeng,-Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah meminta PT Sucofindo mengawal pengembangan industri di kawasan industri, Bantaeng Industrial Park (BIP) di Kecamatan Pa’jukukang.

Pengawalan ini menjadi penting agar industri yang sedang melakukan aktifitas tidak serampangan, termasuk dalam penggunaan teknologi, katanya ketika menerima Direktur PT Sucofindo Sufrin Hanan di ruang rapat pimpinan Kantor Bupati Bantaeng, Jum’at (11/7).

Direktur Sucofindo dalam kunjungan silaturahim tersebut didampingi Marketing dan Pengembangan Corporat Wirawan, Kepala Divisi Wilayah Timur Dedi Kusnendar, Wakil Kadiv Untuk Kegiatan Mineral Ny Deny Y.

Selain itu, hadir pula Senior Manager Mineral Ade Komaruddin, Penanggungjawab Lingkungan Suprianto dan Kepala Cabang Sucofindo Makassar Abdul Kadir Zailani.

Sementara, Bupati Bantaeng didampingi Wakil Bupati H Muhammad Yasin, Kepala Bappeda H Abd Wahab, Kadis Perindagtamben H Abdul Gani, Kepala Bapedalda H Abdullah Taibe, dan pimpinan SKPD lainnya.

‘’Kita tidak ingin pembangunan industri tersebut berakibat buruk terhadap lingkungan, terlebih di sekitar indusri masyarakat menanam rumput laut, bahkan terdapat kawasan wisata Pantai Marina,’’ ujarnya.

Masih menurut Bupati, pihaknya tidak ingin ada masalah dikemudian hari. ‘’Kami tidak ingin bermain-main dengan masalah lingkungan. Karena itu, kehadiran Sucofindo kami harapkan,’’ tambahnya.

Ia kemudian memberi gambaran tentang pemanfaatan teknologi. ‘’Jangan sampai industri-industri itu menggunakan teknologi lama yang bisa berakibat pada lingkungan,’’ urainya lagi.

Kami ingin industri yang masuk ke Bantaeng menggunakan teknologi terkini dan ramah lingkungan, tambahnya seraya mengemukakan, kehadiran Sucofindo mampu mengantisipasi masalah ke depan.

‘’Kita tidak tau, bagaimana dengan limbah tanah setelah pengolahan. Bila limbah tanah tersebut tidak bermasalah, kami akan jadikan tanah baru untuk pengembangan karena jumlahnya cukup besar mencapai 20 ribu hingga 30 ribu metric ton,’’ tambahnya lagi.

Masih menurut Bupati HM Nurdin Abdullah, hingga kini sudah 8 investor yang siap membangun industri pemurnian nikel (smelter). Dari jumlah tersebut, 4 diantaranya sudah melakukan kegiatan lapangan.

Bahkan PT Titan Mineral Utama (TMU) sudah dalam tahap konstruksi. Karena itu, untuk sementara kami anggap cukup. Bila berlebihan, jangan sampai merusak lingkungan.

Ia kemudian memberi gambaran, kehadiran industri tersebut akan ditata oleh BUMN China Harbour.

Perusahaan terkemukan China yang membangun jembatan Suramadu yang menghubungkan Kota Surabaya dan Madura) ini telah melakukan desain kawasan industri baru di atas lahan 3000 ha yang dilengkapi pelabuhan, infrastruktur jalan, pembangkit listrik dan pengolahan air (water treatmen).

Agar harapan menjadikan kota baru berwawasan lingkungan di bagian selatan Sulsel ini terwujud, kehadiran Sucofindo sangat diharapkan.

Sebagai wujud dari rencana kerjasama tersebut, Pemda Kabupaten Bantaeng bersama industri yang sudah melakukan kegiatan segera menandatangani naskah kerjasama Memorandum of Understanding (MOU).

MOU dengan PT Sucofindo tersebut diharapkan ditandatangani masing-masing pihak setelah Idul Fitri, ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Direktur BUMN yang berdiri 22 Oktober 1956, Sufrin Hanan menyambut baik rencana kerjasama tersebut.

Pemimpin perusahaan yang memiliki 34 Kantor Cabang dan 33 Kantor sub Cabang se Indonesia itu menyatakan kebanggannya karena Bantaeng dibangun dengan memperhatikan ekologi dan sosial seperti mengatasi banjir dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Masih menurut Sufrin Hanan, selektifitas penggunaan teknologi akan menjadi kekuatan tersendiri terhadap industri itu sendiri.(hms)              

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *